Oleh: adityohidayat | Februari 27, 2012

Persiapan Pensiun dengan Jamsostek

Mayoritas kita yang sudah jadi pegawai kantoran sudah terdaftar menjadi peserta Jamsostek, dan salah satu program yang kita nikmati adalah Jaminan Hari Tua (JHT). Setiap awal tahun sudah pasti kita menerima buku tabungan JHT (sebenarnya berbentuk slip), didalamnya diuraikan akumulasi iuran selama tahun sebelumnya, plus hasil pengembangan dana dan saldo akhir yang kita miliki. Biasanya kita langsung melihat pada angka saldo akhir, dan dalam hati kita sering berkomentar “wah lumayan juga, untuk pensiun sudah amann…” Benarkah kebutuhan pensiun kita sudah aman dengan program Jaminan Hari Tua Jamsostek? Mari kita ungkap lebih detail apa makna angka-angka yang ada di slip JHT Jamsostek.

Pertama-tama, kita akan bahas dulu konsep dasar bagaimana Jamsostek mengelola iuran kita. Iuran untuk program JHT Jamsostek adalah 5,7% dari gaji kotor (sebagian ditanggung oleh karyawan, sebagian lagi ditanggung oleh perusahaan). Dalam tahun berjalan, mulai Januari hingga Desember, iuran akan dipotongkan setiap bulan dan akan terakumulasi pada akhir tahun. Terhadap akumulasi dana ini, Jamsostek kemudian melakukan aktivitas pengembangan dana, kemana saja dana ini diputar, sudah ada batasannya dari pemerintah. Sebagai peserta Jamsostek, kita akan mendapat hasil pengembangan dana (karena hasil sudah dipatok/paten, maka ini mirip dengan bunga). Kita akan mendapat 2 macam hasil pengembangan dana, yaitu dari iuran bulanan, dan kita juga akan mendapat bunga dari saldo awal tahun (total iuran tahun plus bunga pada tahun sebelumnya).

Seberapa menarik hasil pengembangan dana dari Jamsostek? Besaran pengembangan dana sudah paten, ditetapkan setiap tahun oleh Jamsostek. Bisa dilihat bahwa untuk tahun 2012, bunga untuk saldo awal tahun dan iuran JHT adalah sama, yaitu 7,5%. Angka ini sudah cukup baik jika dibandingkan dengan bunga tabungan (jika saldo dibawah Rp. 100 juta hanya dapat 1,2 – 1,6% per tahun) atau deposit0 (jika nominal dibawah Rp. 2M hanya dapat 4,5 – 5% per tahun). “Dipaksa menabung” juga lebih baik karena belum tentu kita tiap bulan bisa rajin menabung🙂

Kemudian, apakah tabungan Jamsostek ini sudah cukup untuk kebutuhan pensiun kita? Nah ini bahasan yang seru, untuk menjawab ini kita harus tahu dulu berapa total dana dari Jamsostek yang akan kita dapat pada saat pensiun, dan berapa sebenarnya jumlah dana yang dibutuhkan pada saat kita pensiun.

Untuk mendapatkan ilustrasi total dana yang akan kita dapat pada saat pensiun dari Jamsostek, silakan gunakan hitungan dari file Excel. Isikan pada cell berwarna kuning, yaitu gaji dan saldo awal. Kolom Rate Saldo dan Rate Iuran adalah sesuai dengan kebijakan Jamsostek, nilainya akan berubah-ubah setiap tahunnya, sementara ini kita akan gunakan rate tahun 2012. Sesuaikan kolom Usia dengan usia Anda saat ini, tambahkan row hingga mencapai usia 55. Ilustrasi total dana yang kita dapat ada pada kolom Saldo Akhir pada usia 55.

Berapa sebenarnya dana pensiun yang kita butuhkan? Gunakan perhitungan secara online yang dibuat oleh Ligwina. Sebagai gambaran, jika kita ingin pensiun dengan gaya hidup (pengeluaran rutin) sebesar Rp. 1 juta per bulan (ini sangat konservatif sekali, bahkan gaji pensiun PNS lebih besar dari ini), maka dibutuhkan dana Rp. 2M pada saat usia pensiun 55 tahun.

Hasil perhitungan Ligwina itu sudah menyertakan inflasi dan nilai uang di masa depan (future value). Silakan bandingkan akumulasi dana JHT Jamsostek dengan kebutuhan pensiun kita sebenarnya. Wajar jika kita shock, apa yang kita anggap sudah aman ternyata masih jauh dari kebutuhan kita sebenarnya.

Artinya, kita harus melengkapi sendiri kekurangan dana pensiun, agar pada saat kita pensiun nanti tidak nombok, tidak perlu mengandalkan hidup pada anak-anak kita yang mungkin masih belum mapan. Dengan menyadari ini sejak dini, kita harus pintar-pintar mengelola pendapatan dan pengeluaran, karena kita tidak hanya memiliki pengeluaran jangka pendek (rutin bulanan, cicilan, bersifat immediate) tapi juga pengeluaran untuk jangka panjang. Perhitungan Ligwina sudah baik, mengilustrasikan berapa dana pensiun di masa depan yang kita butuhkan, tapi belum mengungkapkan berapa yang harus disisihkan tiap bulannya untuk mempersiapkan kebutuhan dana pensiun. Perhitungan yang lebih lengkap bisa menggunakan fitur My Plan di PortalReksadana.com, tinggal isikan berapa gaya hidup yang kita inginkan saat pensiun, kemudian akan tampil berapa investasi yang harus rutin dilakukan setiap bulannya.

Semoga bermanfaat.


Responses

  1. Menarik bahasannya. Memang, JHT Jamsostek pasti tidak cukup; Selain bunganya kecil (untuk ukuran investasi), iuran bulanan kita juga sangat kecil. Jadi kita harus berinvestasi juga di tempat lain dengan iuran yang lebih besar.

  2. Sekedar masukan untuk hitungan dan file Excel, kenapa pada perhitungan saldo akhir hanya kolom H, I dan J yang dijumlah? Mestinya kolom E juga ikut dijumlahkan, karena itu hasil dari Iuran kita dalam tahun yang bersangkutan.
    dan untuk kolom C (gaji Bulanan) mestinya tidak flat 2 jt terus, minimal ada kenaikan di setiap tahunnya (kenaikan 10 % mungkin sangat wajar).
    Bila saya hitung dengan gaji saat ini 2 jt dan dengan saldo awal 5jt, lumayan kog bisa di angka 200jta an pada umur 55 tahun…🙂

  3. @Andy: cermat sekali, saya terlupa menyertakan kolom itu, terima kasih masukannya. File xls sudah saya upload, dan dalam versi barunya juga sudah saya buat kenaikan 10% per tahun… Secara nominal memang “lumayan”, tapi masih “nombok” untuk terpenuhinya kecukupan kebutuhan dana di masa depan🙂

    Thanks again🙂

  4. permisi mas, numpang tanya kalo itu saldo awal 5.000.000, sumbernya dari mana yah
    thanks

  5. @fakhri: saldo awal 5000000 saya pikir cuma asumsi. Bahwa sebelum tahun 2012 yang bersangkutan sudah terdaftar jadi peserta jamsostek, sehingga saldo awal 2012 ada. Kalo mau diasumsikan mulai kerja tahun 2012, saldo awalnya dikosongkan saja.

  6. p adityo: bunga tahun 2012 yang ditetapkan di awal tahun adalah 7.5%, namun diakhir tahun ada penyesuaian bunga menjadi 9.10%. Dan sebagai catatan kita semua, bunga/hasil pengembangan JHT 2009 (10,6%), bunga 2010 (10,1%), bunga 2011 (10,1%).

  7. Pak mau tanya berapa penghitungan saldo jamsostek dalam kurun waktu 1tahun dngan gaji standar 1juta perbulan

  8. Selain JHT yg ada karena kita karyawan (dibayar oleh perusahaan), apakah kita bisa ikut (daftar) tersendiri ke Jamsostek untuk membuat pos JHT pribadi? Sekarang kan ada JHT untuk sektor informal, apakah kita bisa daftar (seakan-akan) sebagai wirausaha, kemudian cuma ikut program JHT saja dengan set 10%, yg mana dananya diambil dari gaji kita dan disetor sendiri oleh kita?

  9. bisakah kami ikut jamsostek padahal kami adalah guru swasta dari lembaga sekolah swasta

  10. tanya bos. bisakah kami ikut jamsostek padahal kami adalah guru swasta dari lembaga sekolah swasta

  11. @p wahab: setau saya, tenaga kerja yang bisa dicover jamsostek adalah tenaga kerja selain pns, tni/polri. jadi bisa. malah sudah ada putusan mk bahwa pekerja bisa daftar sendiri jamsostek apabila perusahaan lalai dalam mengikutsertakan karyawannya, linknya http://www.pikiran-rakyat.com/node/198963

  12. Ini oot, tapi mohon dishare kalau ada yang tahu, apakah insentif JHT dan Penyesuaian Hasil Pengembangan JHT itu hukumnya halal?
    Cuma untuk menjaga kehati-hatian. Terima kasih.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: