Oleh: adityohidayat | Februari 10, 2009

Informasi Sesat di Layanan Mandiri 14000

*sigh*

Sebenarnya saya sudah sangat menahan diri untuk tidak menceritakan ini di blog, apalagi saya punya banyak sohib di Bank Mandiri (bahkan Gamatechno pun punya rekening giro disini). Saya akhirnya terdorong menulis, supaya teman2 sekalian bisa terhindar dari over ekspektasi saat berurusan dengan Layanan Mandiri 14000. Bagi Anda yang sibuk, intinya adalah Anda tidak bisa mengandalkan 100% informasi tagihan dari 14000. Be prepared for unexpected surprise.

Ini terkait urusan saya dengan Kartu Mandiri Gold. Kartu kredit ini sudah non-aktif sejak Oktober karena saya bukan termasuk yang tertib membayar, tapi saya terbukti melunasi semua tagihan yang tersisa. Pelunasan semua tagihan ini sesuai konfirmasi dari operator 14000, dan sudah jelas2 saya minta informasi nominal yang final (jangan sampai ada tagihan menyusul). Semua tagihan lunas pada tanggal 11 Januari 2009.

Tanggal 12 Januari 2009, saya mengajukan surat permohonan reaktivasi kartu kredit, dikirim via fax. Lama tidak ada kabar, saya kembali call 14000, dan katanya surat tidak diterima dan diminta mengirim kembali. Alhasil, saya buat surat baru per tanggal 3 Februari 2009, saya kirim via fax.

Tiba2 saya dikejutkan dengan datangnya tagihan kartu kredit. Saya kembali dibebankan biaya bunga, padahal seharusnya sudah lunas semua.  Hari ini saya call 14000, ingin klarifikasi sekalian kroscek status permohonan reaktivasi.

Well, penjelasannya tidak membuat saya happy. Katanya, pembebanan itu adalah akibat pelunasan saya lakukan sesudah tanggal jatuh tempo, jadi masih dikenakan biaya bunga. Nominalnya sih tidak besar, tapi membuat perasaan ini campur aduk! Ditambah lagi, permohonan reaktivasi ditolak karena tanggal surat sudah melebihi 3 bulan sesudah kartu non-aktif (maksimal bisa mengajukan reaktivasi adalah Januari 2009). Lha, surat pertama saya kan per tanggal 12 Januari, kenapa bisa hilang pula. Siapa pula yang kena getahnya.

OK deh, nasib.

Nampaknya saya memang tidak terlalu berjodoh dengan Bank Mandiri. Tragedi di ATM Mandiri Tegal persis saat lebaran 2008 kemarin sungguh menjadi warna tersendiri. Saya hampir memecahkan pintu kaca ATM karena ucapan petugas Mandiri yang tidak simpatik kepada Bunda Lala. Saya tidak akan kisahkan detil disini, karena pihak Mandiri sudah menyelesaikan persoalan ini. Definisi “selesai” adalah saya ditelepon oleh Kantor Cabang Tegal (entah siapa yang berbicara), mengungkap permohonan maaf atas terjadinya insiden di Tegal dan mengatakan bahwa petugas terkait sudah diberikan pembinaan sesuai ketentuan. So that’s it.

So, masih ada yang mau memberikan kartu kredit Gold kepada saya yang tidak tertib membayar? Jika ada pelayanan yang lebih spesial dari Bank Mandiri, pasti saya publish disini.


Responses

  1. solusinya: surat pembaca di media elektronik..biasanya langsung ada respon..

    tp mending cari bank lain kali pak yoyok…so much for bank Mandiri…🙂

  2. Bank besar seperti itu kok punya kinerja yang buruk ya dengan pelayanan thd nasabahnya. Saya ikut prihatin.

  3. sudah sejak lama sekali saya memutuskan untuk tidak memakai layanan bank mandiri.
    sejak mencoba transfer lewat atm ke bank lain yang gak jalan, coba deposito lewat e-banking yang akhirnya susah untuk menutup deposito tersebut dan token pin yang susah untuk digunakan, dipencet pelan salah eh ditekan lama juga salah…..capeeee deeeehhhhh mending pake bank laen aja deh🙂

  4. sebelumnya maaf saya juga pengguna jasa bank mandiri cabang domisili saya di tegal,cuma ingin tau tentang mesin setoran tunai.mungkin ada yang sudah lama/biasa menggunakan mesin tsb,pernah gak terjadi mesin salah baca,jumlah uang yang terbaca tidak sesuai alias kurang,misal setor 15jt yang kebaca cuma 14,9jt.tanks mhn info !

  5. saya juga sdh lama mencoba internet banking dari Bank Mandiri tapi tdk pernah berhasil karena aktivasi lewat PIN nya susah sekali. Sdh berkali2 reset dan menghubungi Cs, lama2 bosan juga.

  6. Kalau saya paling males nanya2 sama CS-nya Mandiri , nggak pernah nemu yg product knowledge-nya memadai. Bingung melulu kalau ditanya-tanya, cuma paling nggak tidak sejudes CS BNI nan suka sok sibuk dan bikin ilfil, CS Mandiri lebih helpful lah.

    Jauh banget sama Niaga (CS di beberapa cabang berbeda pun, rata2 menguasai product knowledge dgn baik) dan BCA.

  7. > sejak punya kartu mandiri dari kartu mandiri mulai dibuat, saya tertarik krn feenya bulanan – dan alhamdulilah smp hari ini kok belum ada complain – soalnya mungkin kartu kredit mandiri visa itu saya perlakukan sebagai charge cart – saya hanya memakai peluang gratis bunga sebulan & bebas bawa-bawa duit cash

  8. Saya jg pernah mencoba aktivasi internet banking mandiri, tp sampe skarang gak beres jg. dan bulan lalu saya berniat membeli RD via bank mandiri, namun menurut CSnya, gk selalu online. dan onlinenya hanya pukul 10.00-11.00. finally, hingga sekrg saya belm berhasl membl reksadana tsb. baru tau saya klo bl RD sush jg ya?…

  9. @Lovesheva: kalau tentang layanan beli RD online memang kabarnya akan di-launch oleh Bank Mandiri, tapi belum ada kabar resmi ttg ini. So far yang sudah melayani online (dan satisfaction tidak terkalahkan) adalah Bank Commonwealth.

  10. Namanya pengalaman tuhh pasti ada yg bagus n ada buruknya, kl gi apes2 nya yahhh mau di mana aja bsa kejadian, mau muji2 n nyela2in bank mana jg gak bakal ngaruh ma org2 yg dah terlanjur fall in love ma Bank pilihannya, yahh kecuali kl qt mang doyan buat iklannnn


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: