Oleh: adityohidayat | April 6, 2008

Inspirasi dari Menkominfo

Auditorium MM UGM penuh sesakSaya kembali beraksi sebagai moderator dalam Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh MTI UGM bertema “Best Practices untuk Keberhasilan Implementasi e-Government di Indonesia”. Baru kali ini saya bertugas di seminar yang diselenggarakan begitu rapinya, karena peserta seminar mbludak mencapai 320 orang, dan tentu saja karena berhasil mendatangkan Menkominfo. Selebritis nasional yang turut serta lainnya adalah Bupati Gorontalo dan Sragen (keduanya diwakilkan, tapi tetap seru).

Bersama Kasubdit Dirjen OTDA DepdagriBaru kali ini saya mengenal dan memahami sosok seorang Menkominfo, Muhammad Nuh. Walaupun saya hanya mengenalnya melalui keynote speech dan beberapa handshake, apa yang beliau sampaikan merupakan benar-benar sebuah pencerahan.

Bersama Anggota DetikNAS dan Kepala BID DIYSaya juga jadi memahami perspektif beliau atas isu aktual, terutama ttg pemblokiran situs porno terkait UU ITE. Beliau menjelaskan dengan alur argumen yang tidak hanya logis ilmiah tapi juga sekaligus penuh dengan kearifan (wisdom). Sungguh, mendengar langsung dari pak Nuh sendiri memberikan pemahaman yang jauh lebih utuh ketimbang membaca sendiri melalui berita. Belakangan sesudah diskusi dg pak Djun dan pak Ong, saya baru tahu ternyata beliau ini adalah seorang kyai NU. Katanya, dulu ketika di ITS sering memberikan pengajian, bahkan dalam berbagai forum akademik pun kental dengan muatan dakwah.

Apa yg dilakukan pak Nuh sudah disadari betul akan ditentang banyak orang. Inilah saatnya, berdakwah menyampaikan dan menegakkan kebenaran dengan menggunakan kuasa sebagai Menkominfo. Banyak yang menentang dengan argumen azas kebebasan atau hak asasi, respon beliau simpel saja: “Okelah, Anda bebas membuat atau mengakses situs porno, maka saya juga bebas memblokir. Fair kan.” Saya tidak berusaha menyampaikan semua argumen dari beliau, krn sesuai kata beliau: pornografi adl sebuah debat tanpa henti.

Ada analogi yg menarik ttg pornografi. Sampah selalu ditaruh di luar rumah, mempersilakan siapapun untuk mengambilnya. Sebaliknya, sesuatu yang paling berharga (mis: emas) pastilah selalu disimpan di dalam rumah, di tempat tertutup rapat, jangan sampai diambil orang. Pesannya, generasi kita ini jangan berbangga atas sesuatu yang keliru.

Ini saya tulis karena saya kehilangan selembar catatan lusuh yg memuat semua insight dr Menkominfo ini. Saya menulis ini utk sharing, sekaligus menulis-ulang supaya saya sendiri tidak lupa. Sedikit oleh2nya:

The first rendezvous


Responses

  1. kalo gw menyadari pak nuh itu orang nu pas ndenger khutbah jumatnya di maskam ramadhan kemarin.

    gw juga kaget, tumben mentri bisa khutbah jumat darik (terstruktur rapi) dan dalil2nya juga pas, qurannya lancar padahal gag baca teks, dan medok banget nu-ne😀

  2. udah sepantasnya dan seharusnya seseorang menggunakan “kekuatan”-nya untuk suatu kebaikan, dimana pemblokiran situs porno harus dilakukan dan didukung oleh semua praktisi dan netter Muslim.

    Selamat tuk pak Nuh (nitip disampaikan beliau ya kalo sempat/ketemu)

  3. That was each appealing at the same time as insightful!
    Thank you for sharing your ideas with us.

  4. Very good site you have here but I was wanting to know if you knew
    of any community forums that cover the same topics talked
    about here? I’d really love to be a part of online community where I can get comments from other knowledgeable people that share the same interest. If you have any recommendations, please let me know. Thanks!

  5. At times you see them taste and swirl it around the mouth.
    Now our Canadian friend displayed no sweetness; the wine
    is fermented and naturally contains yeast, this would trigger an asthma attack.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: