Oleh: adityohidayat | Januari 24, 2008

Manajemen Lab dengan Software Workflow Collaboration

Tulisan ini masih sambungan dari diskusi bersama Fakultas Kedokteran Hewan dua hari yang lalu. Kemarin saya juga mengikuti paparan dari Prof. Sismindari, Apt., SU, PhD. Dari diskusi yang berkembang, saya baru menyadari bahwa komunitas peneliti sangat membutuhkan akses ke lab.

Issue utama yang dihadapi oleh fakultas adalah hambatan dalam pemakaian lab. Walaupun jumlah lab ini cukup banyak, namun keberadaannya terdistribusi di berbagai unit/bagian (mis: Bagian Patologi, Bagian Reproduksi, dsb). Sifatnya yang terdistribusi ini menjadikan peneliti sulit mendapatkan akses penggunaan lab, diantaranya: selalu penuh, regulasi ijin yang sulit (krn lintas unit). Sementara bagi pengelola fakultas, Lab merupakan salah satu revenue generating unit sehingga setidaknya seluruh penerimaan dapat tercatat dengan baik, walaupun kas tetap pada pengelola Lab.

Well, sesudah sedikit melakukan corat-coret dan membuka ppt lama, situasi seperti ini bisa dibantu dengan adanya software Workflow Collaboration. dengan software ini, seluruh pengelola lab berkolaborasi bersama, mewujudkan utilisasi lab yang lebih baik. Utilisasi bisa tercipta karena jadwal penggunaan seluruh lab dapat terpantau dengan mudah hanya dari layar komputer. Peneliti cukup datang ke satu tempat (mungkin ke petugas Front Office Lab), dan sang petugas tinggal melihat mana jadwal yang kosong untuk kemudian di-klik untuk menandainya sebagai booking. Ketika peneliti tiba di Lab, petugas Lab tinggal mengkonfirmasi identitas, dan meng-entrikan laporan penggunaan bahan habis ketika Lab sudah selesai digunakan. Untuk urusan administrasi, peneliti pun cukup membereskan di satu tempat (Front Office Lab).

Secara teknis, menampilkan jadwal dalam satu layar sudah ada dalam aplikasi Sistem Informasi Akademik. Anggap saja ruang-ruang kelas itu menjadi Lab, maka kita sudah bisa melihat seberapa utilisasi suatu lab dalam satu hari. Ilustrasinya lebih kurang seperti ini:

Ilustrasi Jadwal Ruang

Benefit dari satu cycle workflow sederhana ini, kita bisa tingkatkan utilisasi lab, sekaligus mewujudkan centralized billing. Bagi peneliti, alur yang simpel ini tentu lebih nyaman, dan bisa mendorong peneliti untuk lebih sering mengakses Lab. Ini akan berujung lebih banyak kas di tangan pengelola Lab🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: