Oleh: adityohidayat | Januari 22, 2008

Menjadi Populer di Internet

Saya baru saja menjadi salah satu pembicara dalam lokakarya bertema ”Penyempurnaan Sistem Informasi dan Pelayanan Perpustakaan, Laboratorium, Website Program Studi Bertaraf Internasional” yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Hewan UGM, tanggal 21 Januari 2008.

Salah satu diskusi yang berkembang adalah blogging. Saya jelas katakan “Dosen harus nge-blog!”. Tentu kalau dosen menulis blog jangan hanya menuliskan kegiatan harian (buku harian) tapi justru harus mengekspresikan ide atau pemikiran yang dapat di-share dan disempurnakan oleh siapa pun di Internet.

Kita harus melihat Internet sebagai sesuatu yang menjadi rujukan informasi bagi orang di seluruh dunia (at least di Indonesia lah). Jika kita mencari informasi atau bantuan di Internet, pastilah kita mencari dengan keyword yang spesifik, contoh: “H5N1” atau “flu burung”. Ketika terjadi epidemi flu burung, pastilah banyak orang (para pencari berita, peneliti, pejabat, dan sebagainya) yang melakukan googling (pencarian dengan search engine Google) dengan keyword ini. Masalahnya, bisakah insitusi kita tampil di halaman pertama hasil pencarian Google?

Suatu website bisa tampil di halaman pencarian Google tidak lagi berdasarkan kesesuaian antara content dan keyword, namun juga seberapa website itu “penting” atau tidak. Suatu website dianggap penting, jika banyak orang yang merujuk informasi di website tersebut. Yah intinya begini lah, para pakar SEO (search engine optimization) lebih tahu tentang ini dan boleh melengkapi🙂

Oleh karena itu, bagi institusi yang ingin dikenal di Internet karena menguasai keahlian tertentu, saya sarankan meng-upgrade website “company profile” nya menjadi Web2.0. Sebenarnya ini mudah saja, tinggal meminta seluruh elemen didalamnya untuk nge-blog. Sebagai contoh sebuah insitusi pendidikan pastilah memiliki banyak dosen dengan kualifikasi master, doktor maupun profesor, masing-masing dengan keahlian yang spesifik. Jika setiap elemen dosen ini menuangkan keahliannya dalam tulisan di blog, pasti akan ada seseorang yang mendapat manfaat dari tulisan ini dan bisa jadi memicu diskusi yang panjang. Blog ini menjadi media membangun pengakuan atas kompetensi sang dosen. Akhirnya, sang dosen jadi ngetop di Internet karena tulisan-tulisannya menjadi rujukan bagi banyak orang di Internet.

Akan semakin menarik bagi pemilik blog, jika di blog nya dipasang Google Analytics (GA). GA ini adalah tools untuk analisa pemasaran. Kita bisa tahu banyak hal tentang pengunjung blog. Bahkan kita bisa melihat darimana saja pengakses blog kita dari seluruh belahan dunia. Agak panjang untuk diceritakan, langsung dicoba saja. Seperti biasa, semua produk luar biasa dari Google adalah gratis….

Bagi dosen yang sebelumnya sudah sering menulis di jurnal, kita bisa membuat kombinasi yang saling menarik antara menulis di jurnal ilmiah dan blog. Jurnal ilmiah tetap memiliki posisioning tersendiri sebagai media formal diseminasi keilmuan. Kita harus melihat blog sebagai media pemasaran kompetensi kita, bahkan sebagai media pemasaran atas apa yang sebelumnya kita tulis di jurnal. Kita bisa tuliskan substansi artikel jurnal di blog dalam gaya bahasa yang lebih informal. Penggunaan gaya bahasa informal ini ditujukan agar banyak pengunjung (tidak hanya dari kalangan akademisi lho) mudah memahami dan dapat mengambil manfaat dari apa yang kita tulis. Jika pengunjung membutuhkan referensi formal, pastilah mereka merujuk ke artikal di jurnal ilmiah.

Ada temuan menarik yang membuktikan bahwa suatu insitusi bisa lebih ngetop di Internet ketimbang institusi lainnya. Di awal seminar saya iseng-iseng googling dengan keyword “kedokteran hewan”, hasilnya Universitas Udayana ada di hasil pencarian nomer satu. Belakangan di akhir seminar saya baru tahu, ternyata Universitas Udayana sangat rajin menulis terkait flu burung di Internet. Otomatis tulisan-tulisan dari Udayana inilah yang menjadi rujukan di Internet, maka dianggap lebih ”penting” bagi Google ketimbang institusi lainnya. Dari sisi public communication, Udayana lebih berhasil menanamkan image penguasaan keahlian flu burung.

Cukup mudah kan menjadi populer di Internet, tinggal nge-blog saja🙂


Responses

  1. kalau saya agak males untuk populer di Internet, nanti takut jadi seleb

  2. Seperti biasa, semua produk luar biasa dari Google adalah gratis…

    Lha, GA yang lain seperti Google Adwords emang gratis? Atau itu bukan produk yang luar biasa dari Google?

  3. dosen nge-blog??wahh..ide yang keren tuh…harusnya smua dosen juga modern kaya kita2 y?…hehehehe…
    itu ide yang sangat bagus broo…dimana dosen bisa lebih berkomunikasi tanpa batas waktu dan ruang(kecuali kalo udah waktunya bobo y?!) dengan murid2nya..kalo di kampus saya sih ada website tersendiri bagi tiap2 jurusan…tapi y itu broo…pada gak laku semua!!!dosennya gak pernah up-to-date..sehingga mahasiswanya jadi malas buka sitenya…kadang kalo ditanya, dosennya balik jawab, itu karena kurang efektif, mahasiswa banyak yang tidak pernah buka sitenya, jadi dosennya tentu saja jadi males update informasi sitenya sendiri2…sapa yang salah coba??!!
    menurut saya, lebih baik nge-blog deh..udah gratis, bisa mempopulerkan blognya dan dikenal oleh masyarakat luas..tidak cuma di wilayah kampus aja…^^…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: