Oleh: adityohidayat | Desember 26, 2007

Bencana di Boyong Kalegan

Boyong Kalegan selalu menjadi tempat pilihan kami untuk bersantai, tempat yang nyaman, dan dilengkapi dengan family entertainment juga (rakit, ayunan). Namun nampaknya kami memilih waktu yang salah. Kami mengunjungi Boyong Kalegan pas hari Natal kemarin untuk lunch, tentu saja sudah kelaparan karena lelah sesudah dari Borobudur.

Boyong Kalegan saat itu memang ramai. Wajar saja, banyak orang mungkin merayakan Natal disana. Bukannya membawa rejeki bagi Boyong Kalegan, namun sebaliknya menjadi bencana bagi mereka. Mereka sangat tidak siap ketumpahan tamu, kami sudah menanti 3 jam, dan datangnya pun tidak lengkap sesuai order. Ketika kami memutuskan komplain (tentu tidak membayar apa yang tidak kami terima), ternyata kami tidak sendirian. Saat itu ada 2 tamu lainnya yang mengeluhkan hal serupa. Kalimat yang saya kutip dari sang tamu itu, “Semoga ini menjadi pembelajaran bagi Boyong, dan saya berhak memberitahu orang lain!”.

Mengutip arti kata “Boyong Kalegan” (Sumber dari sini):

Boyong adalah sungai yang mengalir di dekat lokasi kedai tersebut, sedangkan kalegan artinya kelegaan. Jadi, pemilik kedai berharap agar orang yang berkunjung ke sini mendapatkan kelegaan.

Sayang sekali kami saat itu justru merasa sebaliknya, jauh dari “kelegaan”. Hm, saya berusaha tidak merugikan pihak Boyong Kalegan. Saya hanya merekomendasikan untuk tidak memilih Boyong Kalegan pada saat musim libur yang diperkirakan ramai pengunjung. Saya juga tidak akan meneruskan black campaign (mis: posting comments di blog lain yang membahas Boyong Kalegan). Semoga ini tidak memicu terjadinya rebranding seperti halnya yang terjadi pada insiden sebelumnya.

Ini ada sedikit foto yang menggambarkan suasana saat itu di kasir.

boyong.jpg


Responses

  1. Hahaha, pengalaman hampir sama di Sari Kuring SCBD. Emang menyebalkan rata-rata service based company gitu malah ga paham pentingnya customer satisfaction.

  2. ini sih karena gag ajak2 :-“

  3. sebelumnya saya minta maaf jika respon saya kurang berkenan.Setelah saya membaca komplain atas pelayanan jasa sebuah restoran besar seperti misalnya BOYONG KALEGAN. Sebagai penikmat kuliner seperti anda,saya kira anda mungkin “TERLALU BERLEBIHAN”. saya juga pelanggan direstoran BOYONG KALEGAN,bahkan bisa dibilang hampir 1 bulan sekali saya bersama keluarga saya menikmati kuliner yang disajikan restoran BOYONG KALEGAN.Saya juga pernah punya pengalaman seperti anda,cuma disebuah rumah makan yang setara dengan restoran BOYONG KALEGAN ,bahkan waktu itu saya harus menunggu hingga lebih dari 1jam,dengan perasaan yang mungkin sama dengan anda pada waktu itu.Dalam hati saya marah memang,tapi setelah saya pikir lagi kenapa juga harus marah-marah!karena saya tahu persis KONDISI restoran yang memang ramai dan kita harus ANTRI!semoga pengalaman saya ini bisa menjadi pertimbangan anda dalam menyikapi permasalahan.Kembangkan rasa “EMPATI”,bagaimana kalau kita menjadi mereka.Tidak ada jasa pelayanan manapun yang dengan sengaja membuat orang lain kecewa!!!!!!!

  4. ngga papa kok mas, secara umum saya sepakat dengan bagaimana kita harus menyikapi permasalahan (memahami situasi, mengembangkan empati). ini pendekatan yang kita perlukan spy kita tidak stress, seperti misalnya ketika berada di tengah kemacetan jalan. oh btw; saya suka sekali dengan sebutan “penikmat kuliner”🙂

    hm… main issue saya sebenarnya pada pelayanan pelanggan. kebetulan beberapa kali corporate event kami selenggarakan di sana. jika kebetulan saat itu saya sedang membawa tamu bisnis untuk lunch, tentu insiden itu akan memberikan “warna” bagi sang tamu. saya mungkin bisa maklum dan empati terhadap situasi pengelola, tapi belum tentu demikian pada sang tamu. pun saya sudah minta maaf kepada sang tamu, ya biasanya sih tetap ada rasa yang “mengganjal” kan.

    ya karakteristik pelanggan memang bervariasi. jika saya di sisi pengelola, saya pasti akan sangat senang sekali memiliki pelanggan seperti mas dony🙂

  5. lain kalai kalau ke boyong ajak saya pak, pasti nggak bakal kayak gitu,hihihihi…

  6. wah bener juga aku juga sangat suka klo diajak kesana lho, cos aku dg keluarga sering jajan kesana juga, aku akui punya keunggulan suasana dan rasa makanannya okey banget, cuma memang agak lama klo sedang ramai, ya wajar dimanapun sama juga aku rasakan.

  7. sepertinya Pak Isdarmanto, sang general manager Boyong Kalegan yang ramah banget bisa turut membaca tulisan Mas-Mas sekalian. kalau ngeliat GM-nya sih OK banget tp ya gak tau jg dengan SDM-nya lo. baru kemarin saya bertemu dan wawancara dengan beliau, sambutannya luar biasa tp sebelumnya ya gak disambut sama sekali dengan ramah oleh para stafnya. kita mah maklum aja. ternyata Pak Is yang juga dosen sekaligus entertain ini sambutannya luar biasa. Mas-mas bisa kontak beliau di boyong kalegan blogspot bikinan Pak Is sendiri. Mungkin Pak Is bisa menjawabnya langsung. Kasus semacam ini sering terjadi apalagi di tengah perut yang keroncong, emosi pasti naik di ubun-ubun. Jangan sampai peristiwa semacam ini menyurutkan kita untuk tetap jadi penikmat kuliner. Viva Kuliner Indonesia he he he

  8. @dina:
    postingannya sangat menentramkan, setentram saat main rakit di Boyong Kalegan🙂

    thanks infonya, baru tahu jg kl Boyong Kalegan sdh punya blog yg dimotori sang GM sendiri. salute!

    Viva kuliner!
    *baru sekali ini pakai tagline kuliner*🙂

  9. boyongkalegan karyawan nya sekitar 100 orang yang tentu saja frontline nya paling cuma 60-70 orang dibagi 2 sift sekitar 30-35 orang,kapasitas 500 orang tamu yang kalo di hari libur pasti penuh berarti tamu nya sekitar 500 orang atau lebih,30 orang melayani 500 orang ya wajar aja kalo agak lama2 dikit mas…,dan setahu saya pelayanan disana cukup cepat dibanding resto2 lain yang sekelas, kebetulan saya ngeband disana tiap malam minggu dari tahun 2002 hehehe…
    tapi belom dikasih jadwal lagi nich sama pak Isdarmanto …..hahaha ^_^

    sekalian iklan ach…!!
    kalo ada corporat ato special event yg butuh band hubungi kami di:
    08164897824
    081802761568

    tank u tank u
    ::viva kuliner::………………………….
    ……………………..yang ada band nya hehe

  10. Makan?? Pengeeenn…

  11. yang jadi nakhodanya boyong kalegan pak darmanto atau pak wanwan ya………..

  12. pak kalo pesen ikan wader bakar bisa nggak?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: