Oleh: adityohidayat | Agustus 18, 2007

Ganti Microsoft Project dengan OpenProj

OpenProj Beberapa hari terakhir saya sangat aktif mengkomparasikan produk opensource untuk Project Management, diantaranya: GanttProject, OpenWorkbench dan OpenProj. Akhirnya, pengganti Microsoft Project yang paling ideal dimenangkan oleh OpenProj.

Snapshot OpenProj

OpenProj, sebuah nama produk yang sangat asing sekali, demikian juga nama vendor pembuatnya, Projity. Awalnya memang agak kurang meyakinkan, installer sih oke, tapi sudah versi 2.1 kok masih Beta. Sesudah saya uji dengan dokumen-dokumen .mpp koleksi pribadi, ternyata aplikasi ini memukau sekali. Secara mengejutkan, aplikasi ini memiliki fungsionalitas (dan interface) yang sangat mirip sekali dengan Microsoft Project. Satu fitur yang saya puas sekali dengan OpenProj adalah kemampuannya untuk menghasilkan laporan cost proyek (setiap resource bisa diseting berapa biaya per jam/hari, kita bisa dapatkan nilai total proyek). Aplikasi opensource lainnya unggul di visualisasi Gantt Chart, tapi sama sekali tidak ada fasilitas entri biaya pada tiap resource. Satu hal yang kurang “manis” dari OpenProj adalah output tercetak dari Gantt Chart (ketika Print Preview).

Lebih mengejutkan lagi, issue tentang OpenProj ini masih sangat hangat sekali di Internet. Hari ini saya menulis review uji produk OpenProj, ternyata postingan serupa di Internet pun cuma selisih 1 hari sampai 1 minggu.

Ulasan paling lengkap tentang OpenProj (per tanggal 15 Agustus 2007) ada disini [http://blog.brodzinski.com/2007/08/openproj-review.html]:

Several days ago I received a message from Marc O’Brien, vigorous CEO of Projity. They are launching new project management tool – OpenProj. OpenProj is designed as a cross-platform substitute for MS Project. Unlike web-based Project-ON-Demand from the same stable, which I’ve already reviewed here, OpenProj is a desktop application being close copy of Microsoft origin. 

Ulasan lain per tanggal 8 Agustus 2007 [http://blog.wired.com/monkeybites/2007/08/openproj-a-free.html]:

Projity, a software-as-service (SaaS) firm announced a new free, open source version recently at LinuxWorld. OpenProj, as the new offering is called, is designed to be a free and open source replacement for Microsoft Project.

Anyway, terlepas dari opini Brodzinski bahwa OpenProj “masih perlu banyak penyempurnaan”, menurut saya OpenProj sudah cukup memadai untuk digunakan sebagai alat bantu perencanaan dan pricing proyek. Ini adalah salah satu kompromi yang harus diambil ketika ingin bermigrasi ke opensource. Print Preview dari GanttProject dan OpenWorkbench memang bisa manis sekali, namun akan membuat pusing para Project Manager karena harus mengestimasi biaya proyek secara manual. Output mungkin sedikit kurang manis, tapi sejauh mampu memenuhi yang kita butuhkan dan tidak mengurangi produktivitas, tentu memilih OpenProj merupakan trade-off terbaik saat ini🙂


Responses

  1. Mas, bagus banget nih OpenProj. Fungsinya banyak. Cuma di PCku terasa jauh lebih lambat dari GanttChart nih. Dan sepertinya agak kurang stabil. Ini sewaktu aku nulis comment, Openprojnya lagi not responding, gara-gara ku-klik Resource. Dari segi tampilan, memang masih jauh cantiknya dibanding MS Project. Memang pake Java SWING ya, jadi terbatas untuk mepercantiknya. Well, daripada bayar Microsoft Project mending pake ini deh🙂 Tapi aku sekarang masih pake spreadsheet tercinta mas🙂

  2. berhubung ini free, ok aja deh. barusan di coba, masih ada error nih di bag assignment resources. karena masih beta mungkin. sama kok fitur scaling time nya ndak ada ya.

    tapi overall, it is amazing tools.🙂

  3. @Isaam:
    saya sangat memaklumi jika spesifikasi hardware yang diperlukan untuk implementasi aplikasi opensource secara “nyaman” bisa jadi lebih berat.

    saya termasuk yang meyakini bahwa konsekuensi peningkatan biaya upgrade infrastruktur (mis: RAM dijadikan 1GB) seharusnya bisa lebih murah ketimbang untuk pembelian lisensi aplikasi (the whole office applications). tapi tentunya ini baru sebuah hipotesa, masih perlu dibuktikan dengan data empiris🙂

  4. saya melakukan tes openproj di komputer dg ram 248mb di atas sistem operasi linux ubuntu 7.04 (feisty). untungnya sdh ada installer utk distro debian dan turunannya shg tidak kesulitan utk menginstal aplikasi.

    secara kasat mata, bisa dikatakan openproj meniru ms project. jadi look & feel-nya tidak jauh beda dg ms project. jelas sekali, ini mempersingkat learning curve yg hrs dilalui. fitur dasar yang dibutuhkan dlm menjalankan proyek sdh tercakup. fitur tidak kalah menarik adlh tracking gantt chart. jelas ini menjadi fitur yg paling dibutuhkan para pm dlm menjalankan proyek.

    mengenai performace, saya kira cukup lumayan. ya walaupun kalo di komputer saya cenderung agak lambat. ini bisa dimaklumi krn platformnya menggunakan java.

    kesimpulan, openproj recomended utk menggantikan ms project.

    cmiiw

    ps:
    saya sdh coba buka mpp di linux, ndak masalah. sama spt versi windows-nya.

  5. Hasil komparasi (at a glance) dengan produk opensource lainnya, GanttProject, sepertinya mengukuhkan openproj sebagai pilihan utk migrasi PM tool. Hehe.

    Hasil pengamatan atas GanttProject:
    – Ttg kemiripan GUI dgn ms project, jelas ganttproject nggak bgt.
    – Aplikasi tidak bisa langsung membuka dokumen mpp. harus pake menu import dl.
    – Saya coba membuka lebih dari 1 file mpp. Sepertinya tidak bisa melakukan itu kecuali file mpp existing di close terlebih dahulu.
    – Tidak ada penanda nmr urut di setiap task (apa di hidden ya?). Dan setiap kali mengisikan
    predecessors, harus masuk ke properties. Shortcut F2 utk kolom ini somehow disable.
    – Pengisian kolom predecessors menyita waktu. Alih2 bisa mengetikkan (contoh sj) ‘3ff+2’, saya terlebih dahulu harus memilih task yg akan
    direlasikan, kemudian memilih type (fs,ff,ss,sf), kemudian mengisikan delaynya (+2).
    – Timescale jg tdk bisa dilakukan.
    – Di bagian chartnya, gak ada menu scroll ke samping kanan kiri. Hrs dragging je. (arrgh!!)
    – Menu exportnya lumayan banyak: image, csv, html, pdf, dan ms project file.
    – Dari mode gantt chart, bisa langsung kirim email ke pic (resource assigned). Nice.
    – Tidak ada report terkait utilisasi resource dan estimasi budget. Malah ketoke nyaris ndak ada fasilitas reporting. hiks.
    – Saya tdk menemukan settingan utk critical task.

  6. Permisi
    Saya newbie di bidang pm, kalau bersedia saya ingin menanyakan beberapa hal :
    1. Apa OpenProj memilik interface web.
    2. Bagaimana bila di banding dengan basecamphq, apakah ada s/w pm web base opensource, yang mendekati.

    Terima kasih banyak

  7. @ajhy:

    OpenProj memang diposisikan sebagai aplikasi desktop, namun tidak ada versi web yang disertai sourcecode.

    versi web dari OpenProj bernama Project-On-Demand, dan dikemas dengan konsep SaaS. sama halnya dengan BasecampHQ, untuk menggunakan produk ini harus membayar sewa per bulan.

    saya pribadi belum menemukan sw pm berbasis web opensource.

  8. Untuk yang berbasis web, kita memakai Redmine.

    Redmine ini sudah sangat mumpuni untuk kolaborasi. Untuk mengatasi keterbatasan Redmine, baru masing-masing PIC (Person In Charge) memakai OpenProj.

  9. OpenProj emang top! tapi kadang ngebug, kolom entrian date nya gak bisa update. Mesti restart ulang programnya baru beres lagi.

    Saya pake pc dual core ram 1gb gak ada masalah dg performance.

    Sejauh ini keluhan saya hanya satu, yaitu fasilitas print nya kurang nyaman. Gak bisa set besar font dan atur gant chart mulai tgl sekian sampai tgl sekian. Hasilnya terpaksa kepotong dg tidak sempurna🙂

  10. Thx atas infonya

  11. mu nanya dunk
    kl di ms project kan ad fitur tracking
    itu t gunany buat apa y?
    thx

  12. @Val: sejauh yg pernah sy eksplorasi di MSProject (bukan OpenProj ya), fungsi tracking ini purely utk menyajikan sbrp progress tiap activity dibandingkan timeline nya.

    sy personally tdk pernah dayagunakan feature ini, karena utk keperluan progress report selalu sy sajikan dlm ms excel.

  13. bagus nih…

  14. Saya sudah coba OpenProj terbaru, ternyata sudah sampai versi 1.4. Improvement sudah cukup banyak, penggunaannya sudah jauh lebih nyaman dibanding versi betanya.

    Namun ada satu problem yang cukup mengganggu. OpenProj ini tidak bisa mensetting timeline, defaultnya adalah per hari. Ini bisa jadi problem jika kita membuat proyek yang durasinya cukup lama, ketika membuat report gantt chart harus menyambung2 kertas🙂

    Semoga problem ini termasuk yang akan diresolve dalam rilis versi mendatang.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: