Oleh: adityohidayat | Oktober 12, 2008

Memperkenalkan, Rumah Mode Prestise

Sebenarnya sudah hampir setahun ini Bunda Lala menjalankan usaha butik busana muslim. Bunda Lala memproduksi sendiri berbagai busana muslim dari bahan kaos, chiffon, katun. Hasil jahitan rapi dan halus, tetap dengan sentuhan personal walaupun sudah diproduksi dengan mesin skala konveksi.

Bunda Lala banyak menangani custom design by-order, so ukuran berapa pun tidak masalah. Bahan kain dapat dipilih di rumah, atau bisa juga membawa sendiri. Pelanggannya tidak hanya dari Jogja tapi juga Kalimantan dan Sulawesi. Pelanggan dari luar kota juga bisa order dengan mengirimkan contoh. Variasi harga mulai dari 85rb sampai 200rb.

Sebelum lebaran, saya sempat menjepret beberapa hasil baju. Logo juga baru sempat saya buatkan. Mungkin dalam kesempatan lain saya akan upload juga desain2 lainnya. Please note bahwa foto2 ini adalah sebagai referensi desain saja, karena motif kain bisa jadi tidak ready stock. So, jangan ragu kontak jika ingin tampil dengan baju yang unique dan nyaman. Make your own, choose your style!

oh btw; We Accept VISA and Mastercard :)

Kami ada mesin mobile EDC. Bahkan mesin ini juga dibawa ketika jualan di Pasar Minggu Pagi UGM. Pelanggan tinggal gesek dengan kartu debit BNI atau kartu apapun dengan logo VISA/Mastercard. Lebih seru lagi, kami tidak mengenakan tambahan biaya untuk transaksi gesek :)

Oleh: adityohidayat | Oktober 11, 2008

Petualangan Lala di Kidzania


Lala mengalami petualangan yang sangat seru di Kidzania, excitement yang tiada bandingannya. Niatnya untuk berbagi kisah, tapi tulisan ini akan menjadi sangat membosankan, karena excitement yang dikisahkan sama sekali tidak dilengkapi dengan foto. Ya, Ayah Lala sama sekali tidak bawa kamera (nyesel banget!) gara2 dari Tanah Abang langsung banting setir ke Pacific Place. Jujur, walaupun beberapa kali nyasar tapi sangat nikmat karena Jakarta bebas macet.

Saya sangat amazed dengan Kidzania, sampai berangan2 pengen buka cabangnya di Jogja. Slogan “Mau Jadi Apa Hari Ini?” seolah menjadikan impian anak one step closer to reality. Kidzania tidak hanya sekumpulan wahana permainan (bersifat hiburan yang memacu adrenalin, mewujudkan fantasi), tapi lebih bersifat role-playing dan penuh nilai edukasi. Experience yang dirasakan anak semakin kaya, tidak hanya aspek motorik tapi juga logic (ah, seharusnya ada istilah psikologi yang pas untuk ini).

Wahana yang tersedia begitu banyak, tempatnya sangat luas (bahkan ada dua lantai). Asli, menemani anak bermain 5 jam saja, capeknya seperti kalau menemani Bunda Lala seharian di Tanah Abang. Anak-anak memang bisa menjadi apapun, just check it out on the map. Menurut saya, yang paling cool adalah Flight Simulator, its so real! Kalau menurut Lala, yang paling cool adalah menjadi operator di pabrik mie. Its a true factory, anak akan mengoperasikan mesin pembuat mie, hingga mie dibungkus dan dibawa pulang. Pabrik lainnya ada: es krim, wafer, biskuit, botol, coklat, dan permen. Alamakk… bayangkan serunya!

Adanya sistem mata uang di Kidzania menjadikan main semakin seru. Satuan mata uangnya adalah Kidzos, dan kita benar2 diberikan lembaran uang. Bahkan kita diberikan kartu ATM, dan benar2 ada mesin ATM yang bisa mengeluarkan uang! Beberapa wahana yang seru (seperti pabrik) memberlakukan tarif masuk. Untuk belanja, makan burger dan pizza juga harus bayar dengan Kidzos. Untuk mendapatkan uang, kita harus bekerja di wahana yang memberikan gaji (misal menjadi pemadam kebakaran). Belakangan saya baru tahu kalau anak bisa punya rekening untuk menyimpan uangnya, kemudian uang ini nantinya bisa dibelanjakan di Department Store (bisa untuk souvenir).

Buat teman2 yang kesehariannya jarang bersama anak (berangkat subuh pulang dinihari), Kidzania sangat cocok untuk menebus rasa bersalah dan membahagiakan anak seharian, ya sesekali ikut excited bersama anak. Biaya tiket masuk Kidzania memang mahal (tarif holiday: Rp. 150rb per orang, untuk sesi main 5 jam), tapi setara dengan puasnya. Dengan nominal yang tidak jauh beda, Dufan juga puas, tapi panas. Anak harus bebas bermain dengan riang, jangan sampai orangtua terjebak menjadikan Kidzania sebagai arena “kerja rodi” bagi anak (karena tiket masuknya mahal). Orangtua harus menyiapkan teknik komunikasi dan bujuk-rayu yang ampuh supaya excitement anak terjaga dan semangat mencoba semua wahana. Pastikan stamina anak (dan orangtua) harus prima, karena banyak waktu habis untuk antri di setiap wahana (apalagi pas libur lebaran, wuih ramenya). Supaya bisa menikmati hampir seluruh wahana (kan sudah bayar mahal), setidaknya menunggu sampai usia anak minimal 4 tahun. Jangan lupa untuk bawa Rupiah yang cukup karena tidak boleh bawa makanan-minuman (contoh: harga sebotol aqua Rp. 6rb-7rb). Orangtua jangan hanya sekadar menemani tapi juga harus memberikan pemaknaan dari setiap role yang dimainkan anak. Jika perlu, bantu anak berkenalan dengan sesama anak lain supaya permainan semakin seru.

Selamat mencoba Kidzania! Share your excitement!

Oleh: adityohidayat | September 10, 2008

Fashion Show Perdana

Ini memang sudah telat sekali postingnya, tapi langsung saya persilakan melihat fotonya saja. Lala sudah lama ingin melakukan fashion show diatas panggung, dan kesempatan perdana difasilitasi oleh TK Negeri 2 dalam acara Peragaan Busana Muslim saat Ramadhan kemarin.

Persiapannya cukup oke, baju Lala juga dibuat dengan desain khusus oleh Bunda Lala. Saat di TK, penantian Lala cukup panjang, karena harus antri menunggu giliran. Mood juga sempat down karena antrinya lama sekali. Karena lokasi penuh dengan anak, saya sulit mengambil posisi untuk menjepret Lala saat naik panggung. Seandainya saja saya bisa manjat pohon :p

oh btw; saat itu juga ada Bazaar, dan tentu saja Bunda Lala teteup jualan :)

Oleh: adityohidayat | Juli 30, 2008

Kegembiraan di TK Kapas

Tidak disangka Lala sekarang sudah besar, tanpa terasa sudah masuk TK. Lala bersekolah di TK Jl. Kapas, persis di sebelahnya Kampus 1 UAD (dulu kan saya dosen disini). TK Lala ini punya banyak nama, nama resminya “TK Negeri 2″. Nama lainnya “TK Kapas” dan “TK Teladan” (katanya predikat ini dulu diberi oleh pak Sultan).

Ketika di kelas, nampaknya ekspektasi Lala tidak terpenuhi. Lala masuk TK A, jadi diajarkan hal2 yang masih basic, sementara Lala sudah pernah diajarkan serupa di rumah dan waktu di Playgroup. Ini ada contoh dialog yang sangat menarik antara Lala dan Gurunya.

Guru: Siapa yang bisa menggambar tangan di papan tulis?
Lala: Lala! (satu2nya yang menjawab, dan menggambar dg smooth. Anak-anak yang lain masih harus dibantu oleh ibunya masing2)

Guru: Anak2, ini gambar apa? (menunjukkan gambar segi empat)
Lala: Segi empat bu Guru… (tidak ada anak lain yang menjawab)
Guru: Wah bagus sekali Lala… *terputus, keburu dipotong kalimatnya oleh Lala*
Lala: Bu Guru, tahu ngga kalau segi empat nya dipotong jadi segi tiga lho…
Guru: (terheran2) Wah Lala pintar sekali, nah sekarang ayo kita gunting terus ditempel ya…
Lala: Bu Guru, itu kan namanya kliping…
Guru: (tambah heran) Wah Lala kok tahu…
Lala: Iya, Lala kan kalau di rumah main kliping sama Ayah…

Sesi berikutnya, pelajaran mewarnai… Lala mulai bosan, mungkin karena di rumah sudah sering belajar mewarnai. Akhirnya, Lala jadi nakal, duduknya di kursi guru… di hari lainnya, di tengah2 pelajaran malah Lala lari keluar kelas, masuk ke kelas sebelah, dan minta kenalan dengan semua anak2 di kelas sebelah… *geleng2*

Sesudah sekolah, tentu saja Lala bergembira riang bermain sepuasnya…

Ya begitulah…

Oleh: adityohidayat | April 18, 2008

PortalReksadana Unleashed

Akhirnya, Kursus Dasar Reksadana akhirnya terselenggara juga, pada tanggal 12 April 2008 di Gedung BPPT. Kegiatan ini adalah ide dari kontributor legendaris PortalReksadana, Passion4U. Sudah direncanakan lama sejak bulan Januari kemarin, tapi baru berjodoh bulan April ini berkat komitmen yang luar biasa dari teman-teman panitia, yaitu: Nur (a.k.a Risyadmum), Anto (a.k.a Renaisanto), Lily (a.k.a Lilyardas) dan Isna. Teman2 ini menyempatkan di tengah kesibukan sehari2; Nur dengan client bule, Anto dengan kegiatan pamerannya, Isna juga memaksakan tetap sibuk padahal disuruh istirahat dokter karena sedang sakit tipus, sementara Lily sudah dijadwal akan melahirkan seminggu sesudah KDR. My greatest appreciation to you all :)

Passion4U, Lilyardas, Risyadmum, Autogebet, Renaisanto, Isna, Eko035

Dihadiri oleh sekitar 140 peserta, KDR ini memang jadi ajang jumpa fans. Peran autogebet sih hanya figuran saja, karena selebritis utamanya adalah Passion4U dan Eko035. Untuk pertama kalinya, akhirnya Passion4U mengungkap jati diri aslinya. Bayangkan saja, Passion4U ini adalah seorang Asisten Vice President di sebuah bank terbesar di Indonesia dengan dua gelar master, tapi tetap humble dan sangat semangat berbagi ilmu. Ingin institusi dirahasiakan, tapi kok sebar-sebar kartunama :p

Narasumber kedua adalah selebritis yang sering sekali ke luar kota sehingga sulit sekali mencocokkan jadwal, yaitu Eko Endarto. Meski bro ini adalah seorang financial planner di biro Safir Senduk, kali ini berpartisipasi sebagai individu. Bro ini kebetulan baru saja menerbitkan buku Koki Duit, semua buku yang dibawanya habis ditandatangani untuk penggemarnya :)

Para Narasumber PortalReksadana.com

Apresiasi berikutnya adalah kepada Trimegah dan Treasure Fund Investama (TFI). Kedua MI ini mendukung KDR dalam bentuk penyediaan doorprize dan seminar-kit. Tidak tanggung-tanggung, doorprize langsung berupa account reksadana dengan total senilai 12 x Rp. 500.000. Tidak puas berbaik hati pada saat hari H, selang beberapa hari TFI langsung meningkatkan nilai doorprize nya, dari 500rb menjadi 1 juta per account. Tidak hanya itu, TFI pun memberikan penawaran fee subscribe 0% bagi peserta KDR. Sayang sekali tidak ada perwakilan Trimegah yang menghadiri. Semoga kerjasama baik ini bisa terus terjalin.

Tjahjo Dwi Purnomo

Saya juga berterima kasih kepada undangan dari Departemen Kominfo, bu Lolly Amaria Abdullah dan mas Neil, yang berkenan mengikuti acara sampai selesai. mas Neil ini adalah member PortalReksadana, kami berkenalan tanpa sengaja saat saya menjadi moderator seminar IGOS di Jogja. Semoga PortalReksadana bisa menjadi salah satu content yang akan meramaikan Palapa Ring :D

mas Neil dan bu Lolly

Sebagai penutup, inilah (sebagian) keluarga besar PortalReksadana yang berpartisipasi dalam KDR. Satu yang sangat saya syukuri dari PortalReksadana ini adalah bertambah banyak teman baru, ada dari Ernst&Young, ACNielsen, Toyota, Daihatsu, ConocoPhillips, Dycode, Telkom, dan lain sebagainya yang banyak sekali… Bahkan ada yang dari Jogja malah bertemunya di Jakarta. Semoga saya bisa bersua dengan rekan member lainnya di KDR mendatang.

Keluarga Besar PortalReksadana.com

Oh btw, berkat bantuan Renaisanto, akhirnya PortalReksadana mendapatkan liputan media untuk pertama kalinya, dimuat di Investor Daily tanggal 14 April 2008. Beruntunglah bro Passion4U dan Eko Endarto yang difoto dengan sudut yang cantik :p

Media Expose KDR

Tetap Semangat!

Selengkapnya foto kegiatan KDR Perdana ini ada di:
http://www.portalreksadana.com/?q=gallery

Oleh: adityohidayat | April 6, 2008

Inspirasi dari Menkominfo

Auditorium MM UGM penuh sesakSaya kembali beraksi sebagai moderator dalam Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh MTI UGM bertema “Best Practices untuk Keberhasilan Implementasi e-Government di Indonesia”. Baru kali ini saya bertugas di seminar yang diselenggarakan begitu rapinya, karena peserta seminar mbludak mencapai 320 orang, dan tentu saja karena berhasil mendatangkan Menkominfo. Selebritis nasional yang turut serta lainnya adalah Bupati Gorontalo dan Sragen (keduanya diwakilkan, tapi tetap seru).

Bersama Kasubdit Dirjen OTDA DepdagriBaru kali ini saya mengenal dan memahami sosok seorang Menkominfo, Muhammad Nuh. Walaupun saya hanya mengenalnya melalui keynote speech dan beberapa handshake, apa yang beliau sampaikan merupakan benar-benar sebuah pencerahan.

Bersama Anggota DetikNAS dan Kepala BID DIYSaya juga jadi memahami perspektif beliau atas isu aktual, terutama ttg pemblokiran situs porno terkait UU ITE. Beliau menjelaskan dengan alur argumen yang tidak hanya logis ilmiah tapi juga sekaligus penuh dengan kearifan (wisdom). Sungguh, mendengar langsung dari pak Nuh sendiri memberikan pemahaman yang jauh lebih utuh ketimbang membaca sendiri melalui berita. Belakangan sesudah diskusi dg pak Djun dan pak Ong, saya baru tahu ternyata beliau ini adalah seorang kyai NU. Katanya, dulu ketika di ITS sering memberikan pengajian, bahkan dalam berbagai forum akademik pun kental dengan muatan dakwah.

Apa yg dilakukan pak Nuh sudah disadari betul akan ditentang banyak orang. Inilah saatnya, berdakwah menyampaikan dan menegakkan kebenaran dengan menggunakan kuasa sebagai Menkominfo. Banyak yang menentang dengan argumen azas kebebasan atau hak asasi, respon beliau simpel saja: “Okelah, Anda bebas membuat atau mengakses situs porno, maka saya juga bebas memblokir. Fair kan.” Saya tidak berusaha menyampaikan semua argumen dari beliau, krn sesuai kata beliau: pornografi adl sebuah debat tanpa henti.

Ada analogi yg menarik ttg pornografi. Sampah selalu ditaruh di luar rumah, mempersilakan siapapun untuk mengambilnya. Sebaliknya, sesuatu yang paling berharga (mis: emas) pastilah selalu disimpan di dalam rumah, di tempat tertutup rapat, jangan sampai diambil orang. Pesannya, generasi kita ini jangan berbangga atas sesuatu yang keliru.

Ini saya tulis karena saya kehilangan selembar catatan lusuh yg memuat semua insight dr Menkominfo ini. Saya menulis ini utk sharing, sekaligus menulis-ulang supaya saya sendiri tidak lupa. Sedikit oleh2nya:

The first rendezvous

Oleh: adityohidayat | Maret 23, 2008

Pendaftaran Online untuk Calon Mahasiswa Baru, Instan!

Penyediaan layanan pendaftaran online bagi calon mahasiswa baru membutuhkan overhead investasi cukup besar. Investasi yang bersifat fisik pada umumnya berupa pengadaan server dengan daya komputasi tinggi dan koneksi Internet yang cukup besar. Investasi lainnya berupa investasi waktu, dimana masa pengembangan software pendaftaran online lebih kurang membutuhkan 3 bulan. Belum lagi diperlukan formasi SDM yang mampu mengoperasikan dan memelihara software ini. Periode pendaftaran mahasiswa baru yang hanya satu kali setahun juga menjadi salah satu faktor yang seringkali mengganjal jika harus menginvestasikan nominal rupiah yang cukup besar pada software ini.

btw; dalam terminologi kami, “Pendaftaran Online” tidak sama dengan “Registrasi Online”. Pendaftaran adalah proses penanganan calon mahasiswa hingga tercatat sebagai mahasiswa. Sementara registrasi adalah proses pendaftaran ulang (beberapa menyebut ini dengan “heregistrasi”) secara rutin tiap semester bagi mahasiswa, baik bagi mahasiswa lama maupun baru. 

Sekarang ini, layanan Pendaftaran Online sudah menjadi sesuatu yang umum dan dibutuhkan. Tentunya perguruan tinggi perlu memberikan pelayanan pendaftaran yang lebih convenient, terutama bagi calon mahasiswa yang berada di lokasi geografis terpisah. Layanan ini menjadi semakin terjangkau dan dapat dinikmati semua lapisan perguruan tinggi, tidak lagi didominasi oleh perguruan tinggi dengan anggaran besar.

Ini semua dimungkinkan dengan adanya software gtUjianMasuk, sebuah Sistem Informasi Ujian Masuk Online Perguruan Tinggi. Software ini dikembangkan berdasarkan alur proses pendaftaran mahasiswa yang digeneralisasi, berdasarkan pengalaman yang ada sebelumnya di berbagai perguruan tinggi. Satu feature yang menarik adalah: terintegrasi dengan cash management system dari bank mitra perguruan tinggi. So, dimanapun calon mahasiswa membayar di bank, status bayar akan langsung terbaharui di software ini. Kini tidak perlu lagi menunggu rekap bank berhari2, bahkan software ini dapat menghasilkan rekap pembayaran harian :)

Sedikit ilustrasi user interface software gtUjianMasuk:

Welcome Screensatu.pngStatistik PendaftarStatistik per Kota

Berbeda dengan software sejenis, gtUjianMasuk dapat langsung diimplementasikan, perguruan tinggi tidak repot investasi server maupun koneksi internet. Gamatechno akan menyediakan semua infrastruktur yang diperlukan, termasuk mendampingi on-site pada masa pendaftaran. Lebih menarik lagi, komitmen Gamatechno adalah tumbuh berkembang bersama perguruan tinggi. gtUjianMasuk menerapkan skema revenue-sharing yang sangat terjangkau berdasarkan jumlah pendaftar yang masuk melalui website. Harapannya, dengan skema ini menjadikan layanan Pendaftaran Online dapat dinikmati oleh berbagai perguruan tinggi.

Jika ingin eksplorasi lebih lanjut seberapa feasible untuk mengimplementasikan gtUjianMasuk, mohon tidak ragu kontak saya ;)

Oleh: adityohidayat | Februari 27, 2008

Layanan Hosting Semi Dedicated Server

Pada masa awal berdirinya PortalReksadana, saya pribadi mengalami kesulitan untuk mencari provider shared-hosting yang powerful. Provider shared-hosting pada umumnya tidak mengijinkan website yang menghabiskan resource server dan bandwidth. Pihak hosting akan melakukan suspend account jika traffic website kita melebihi 5GB, atau sering menghabiskan utilisasi CPU hingga 50%. Tentu kita tidak ingin mengalami tragedi hilangnya data akibat over-traffic maupun over-utilization bukan? :)

Colocation memang menjadi alternatif yang sangat powerful, tapi membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk pembelian server dan biaya berlangganan per bulan.

Sejak prosesor memiliki kemampuan Hyper Threading dan Virtualization, sekarang ada satu lagi alternatif yang diposisikan diantara shared-hosting dan colocation, yaitu virtual private server (VPS). Saat ini provider VPS di Indonesia diantaranya adalah idVPS.com dan RuangWeb.com (cmiiw). dengan VPS, seolah-olah kita memiliki server sendiri (sistem operasinya lengkap dan bebas kita konfigurasi sendiri), dan biaya berlangganan per bulannya hanya sepertiga dari colocation.

Jika website Anda membutuhkan komputasi powerful dengan unlimited bandwidth IIX, lebih powerful dari layanan VPS (1 prosesor dan RAM 256MB) namun belum memiliki dana yang cukup untuk berlangganan layanan colocation, alternatif solusi yang tepat adalah menggunakan jasa hosting semi dedicated server di PortalReksadana.com :)

PortalReksadana.com memiliki server dengan 2 buah Dual-Core Xeon prosesor. Adanya teknologi Hyper Threading menjadikan server ini tercatat memiliki 8 prosesor. Server ini diletakkan di Gedung Telkom, terhubung dengan unlimited bandwidth IIX, dan di-maintain oleh tim support RakData.com. Jika website Anda menggunakan Drupal, server ini sudah optimized untuk Drupal. Saya sertakan juga disini snapshot monitoring, nampak bahwa server ini masih memiliki banyak kekuatan terpendam. Anda bisa menjadi bagian dari server ini, dan turut merasakan kekuatannya :)

Utilisasi CPU

Layanan hosting semi dedicated server ini akan sedikit berbeda dengan layanan shared-hosting dan VPS. Saya sediakan disk space 150MB, unlimited MySQL database dan unlimited e-mail (jangan kuatir, juga tersedia phpMyAdmin dan SquirrelMail). Anda juga akan mendapatkan shell/SSH account, namun akses penuh hanya dibatasi pada folder account Anda. Mohon dimaklumi bahwa cPanel tidak disediakan, namun tersedia alternatif lainnya.

Guna menjaga kinerja optimal dari semua web yang dihostingkan di server PortalReksadana.com, layanan ini hanya terbuka untuk sejumlah website yang terbatas. Saya akan berikan masa trial 10 hari bagi Anda yang ingin mencoba kekuatan server ini. Biaya berlangganan sangat kompetitif, jangan ragu kontak saya untuk informasi pricing atau bahkan langsung mendaftar untuk trial :)

Tetap Semangat!™

Oleh: adityohidayat | Januari 24, 2008

Manajemen Lab dengan Software Workflow Collaboration

Tulisan ini masih sambungan dari diskusi bersama Fakultas Kedokteran Hewan dua hari yang lalu. Kemarin saya juga mengikuti paparan dari Prof. Sismindari, Apt., SU, PhD. Dari diskusi yang berkembang, saya baru menyadari bahwa komunitas peneliti sangat membutuhkan akses ke lab.

Issue utama yang dihadapi oleh fakultas adalah hambatan dalam pemakaian lab. Walaupun jumlah lab ini cukup banyak, namun keberadaannya terdistribusi di berbagai unit/bagian (mis: Bagian Patologi, Bagian Reproduksi, dsb). Sifatnya yang terdistribusi ini menjadikan peneliti sulit mendapatkan akses penggunaan lab, diantaranya: selalu penuh, regulasi ijin yang sulit (krn lintas unit). Sementara bagi pengelola fakultas, Lab merupakan salah satu revenue generating unit sehingga setidaknya seluruh penerimaan dapat tercatat dengan baik, walaupun kas tetap pada pengelola Lab.

Well, sesudah sedikit melakukan corat-coret dan membuka ppt lama, situasi seperti ini bisa dibantu dengan adanya software Workflow Collaboration. dengan software ini, seluruh pengelola lab berkolaborasi bersama, mewujudkan utilisasi lab yang lebih baik. Utilisasi bisa tercipta karena jadwal penggunaan seluruh lab dapat terpantau dengan mudah hanya dari layar komputer. Peneliti cukup datang ke satu tempat (mungkin ke petugas Front Office Lab), dan sang petugas tinggal melihat mana jadwal yang kosong untuk kemudian di-klik untuk menandainya sebagai booking. Ketika peneliti tiba di Lab, petugas Lab tinggal mengkonfirmasi identitas, dan meng-entrikan laporan penggunaan bahan habis ketika Lab sudah selesai digunakan. Untuk urusan administrasi, peneliti pun cukup membereskan di satu tempat (Front Office Lab).

Secara teknis, menampilkan jadwal dalam satu layar sudah ada dalam aplikasi Sistem Informasi Akademik. Anggap saja ruang-ruang kelas itu menjadi Lab, maka kita sudah bisa melihat seberapa utilisasi suatu lab dalam satu hari. Ilustrasinya lebih kurang seperti ini:

Ilustrasi Jadwal Ruang

Benefit dari satu cycle workflow sederhana ini, kita bisa tingkatkan utilisasi lab, sekaligus mewujudkan centralized billing. Bagi peneliti, alur yang simpel ini tentu lebih nyaman, dan bisa mendorong peneliti untuk lebih sering mengakses Lab. Ini akan berujung lebih banyak kas di tangan pengelola Lab :)

Oleh: adityohidayat | Januari 22, 2008

Menjadi Populer di Internet

Saya baru saja menjadi salah satu pembicara dalam lokakarya bertema ”Penyempurnaan Sistem Informasi dan Pelayanan Perpustakaan, Laboratorium, Website Program Studi Bertaraf Internasional” yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Hewan UGM, tanggal 21 Januari 2008.

Salah satu diskusi yang berkembang adalah blogging. Saya jelas katakan “Dosen harus nge-blog!”. Tentu kalau dosen menulis blog jangan hanya menuliskan kegiatan harian (buku harian) tapi justru harus mengekspresikan ide atau pemikiran yang dapat di-share dan disempurnakan oleh siapa pun di Internet.

Kita harus melihat Internet sebagai sesuatu yang menjadi rujukan informasi bagi orang di seluruh dunia (at least di Indonesia lah). Jika kita mencari informasi atau bantuan di Internet, pastilah kita mencari dengan keyword yang spesifik, contoh: “H5N1” atau “flu burung”. Ketika terjadi epidemi flu burung, pastilah banyak orang (para pencari berita, peneliti, pejabat, dan sebagainya) yang melakukan googling (pencarian dengan search engine Google) dengan keyword ini. Masalahnya, bisakah insitusi kita tampil di halaman pertama hasil pencarian Google?

Suatu website bisa tampil di halaman pencarian Google tidak lagi berdasarkan kesesuaian antara content dan keyword, namun juga seberapa website itu “penting” atau tidak. Suatu website dianggap penting, jika banyak orang yang merujuk informasi di website tersebut. Yah intinya begini lah, para pakar SEO (search engine optimization) lebih tahu tentang ini dan boleh melengkapi :)

Oleh karena itu, bagi institusi yang ingin dikenal di Internet karena menguasai keahlian tertentu, saya sarankan meng-upgrade website “company profile” nya menjadi Web2.0. Sebenarnya ini mudah saja, tinggal meminta seluruh elemen didalamnya untuk nge-blog. Sebagai contoh sebuah insitusi pendidikan pastilah memiliki banyak dosen dengan kualifikasi master, doktor maupun profesor, masing-masing dengan keahlian yang spesifik. Jika setiap elemen dosen ini menuangkan keahliannya dalam tulisan di blog, pasti akan ada seseorang yang mendapat manfaat dari tulisan ini dan bisa jadi memicu diskusi yang panjang. Blog ini menjadi media membangun pengakuan atas kompetensi sang dosen. Akhirnya, sang dosen jadi ngetop di Internet karena tulisan-tulisannya menjadi rujukan bagi banyak orang di Internet.

Akan semakin menarik bagi pemilik blog, jika di blog nya dipasang Google Analytics (GA). GA ini adalah tools untuk analisa pemasaran. Kita bisa tahu banyak hal tentang pengunjung blog. Bahkan kita bisa melihat darimana saja pengakses blog kita dari seluruh belahan dunia. Agak panjang untuk diceritakan, langsung dicoba saja. Seperti biasa, semua produk luar biasa dari Google adalah gratis….

Bagi dosen yang sebelumnya sudah sering menulis di jurnal, kita bisa membuat kombinasi yang saling menarik antara menulis di jurnal ilmiah dan blog. Jurnal ilmiah tetap memiliki posisioning tersendiri sebagai media formal diseminasi keilmuan. Kita harus melihat blog sebagai media pemasaran kompetensi kita, bahkan sebagai media pemasaran atas apa yang sebelumnya kita tulis di jurnal. Kita bisa tuliskan substansi artikel jurnal di blog dalam gaya bahasa yang lebih informal. Penggunaan gaya bahasa informal ini ditujukan agar banyak pengunjung (tidak hanya dari kalangan akademisi lho) mudah memahami dan dapat mengambil manfaat dari apa yang kita tulis. Jika pengunjung membutuhkan referensi formal, pastilah mereka merujuk ke artikal di jurnal ilmiah.

Ada temuan menarik yang membuktikan bahwa suatu insitusi bisa lebih ngetop di Internet ketimbang institusi lainnya. Di awal seminar saya iseng-iseng googling dengan keyword “kedokteran hewan”, hasilnya Universitas Udayana ada di hasil pencarian nomer satu. Belakangan di akhir seminar saya baru tahu, ternyata Universitas Udayana sangat rajin menulis terkait flu burung di Internet. Otomatis tulisan-tulisan dari Udayana inilah yang menjadi rujukan di Internet, maka dianggap lebih ”penting” bagi Google ketimbang institusi lainnya. Dari sisi public communication, Udayana lebih berhasil menanamkan image penguasaan keahlian flu burung.

Cukup mudah kan menjadi populer di Internet, tinggal nge-blog saja :)

« Newer Posts - Tulisan Sebelumnya »

Kategori