Oleh: adityohidayat | Januari 1, 2012

Kurikulum TIK Perguruan Tinggi

Saat hari kerja terakhir di 2011 kemarin, saya diundang oleh perguruan tinggi swasta terbesar di Jateng-DIY untuk mendiskusikan content kurikulum program studi Informatika. Saya perhatikan ada kesamaan pertanyaan besar yang ingin dijawab oleh para pengelola prodi dari generasi ke generasi. Apa yang harus dilakukan agar output lulusan siap kerja? Apa platform teknologi yang harus dipilih untuk menyertai materi ajar? Apakah mata kuliah Kalkulus, Matematika Diskrit, dsb masih relevan? Cakupan bahasannya cukup luas, tapi saya akan share beberapa pemikiran disini semoga bermanfaat sebagai tambahan perspektif dari rekan pengelola prodi.

Sebuah pemikiran tentu diawali dari latar belakang, fact and findings, global trends, dsb. Dalam perspektif saya sebagai seorang profesional TI, kriteria kurikulum menurut saya haruslah mampu membangun penguasaan konseptual yang kuat, penguasaan satu platform tools sehingga mampu problem solving segala hal secara komprehensif, dan adaptif jika diperlukan untuk platform lain.

Mata kuliah yang bersifat konseptual ini tetap memegang peranan penting sebagai basis untuk membangun pemahaman berpikir yang formal, inilah basis agar mahasiswa dapat menguasai pendekatan problem solving secara sistematis serta mampu beradaptasi terhadap platform teknologi yang berbeda. Saya menekankan pentingnya penguasaan algoritma, dan teknik delivery agar mata kuliah konseptual dapat membumi dan applicable bagi mahasiswa. Contoh “membumi” begini: dalam mata kuliah Metode Numerik kita diajarkan cara solving dengan pendekatan matriks. Nah, mahasiswa perlu ditunjukkan problem seperti apa yang dapat diselesaikan dengan pendekatan matriks, dan tentu saja perlu diberikan ilustrasi seperti apa algoritma problem solving matriks. Bagaimana dengan mata kuliah konseptual seperti Kalkulus dan sebagainya? Sabar ya, ini saya uraikan juga belakangan.

Kemudian, mengenai platform teknologi apa yang harus dipilih? Apakah C, Java, Pascal, Basic? Banyak dari kita mengalami keraguan disini, terutama terkait dengan sang raksasa teknologi dunia, Microsoft. Saking berpengaruhnya Microsoft, kita jadi ragu-ragu, apakah kita harus go or no-go dengan mainstream platform. Kalau menurut saya, kata kuncinya adalah koherensi. Sebuah kurikulum harus mampu menciptakan seorang mahasiswa yang penuh percaya diri, mampu memberikan solusi dengan mantap ketika ditanyakan problem apapun. Ketika ditanya “saya ada problem begini begitu… bisa bikin solusinya?” maka sang mahasiswa harus bisa menjawab dengan mantap “tentu, problem itu bisa disolving dengan begini begitu… saya bisa buat solusinya hanya dalam 1 bulan…” So disini bukan masalah platform Microsoft atau tidak, tapi bagaimana kurikulum bisa membekali mahasiswa dengan kemampuan problem solving yang lengkap dari A sampai Z. Mengenai koherensi akan saya jelaskan di paragraf berikut.

Koherensi menjadi penting dalam membangun pemahaman mahasiswa, mulai dari yang basic hingga advanced. Kita sering jumpai, mata kuliah algoritma diberikan dengan menggunakan platform Pascal, mata kuliah OOP dengan platform Java, mata kuliah Pemrograman Visual dengan platform Visual Basic .NET. Apa yang terjadi kemudian? Sang mahasiswa akan kebingungan, dulu diajarkan algoritma dengan Pascal, pas mau develop aplikasi harus pakai VB tapi kok cara codingnya beda, dan makin bingung pas belajar OOP dengan Java. Ada juga yang menggunakan approach bahasa pseudocode, walaupun tujuannya baik agar bersifat generic, tapi menurut saya ini makin membingungkan mahasiswa. karena Nah disinilah harus dikondisikan koherensi antar mata kuliah, sejak dari mata kuliah algoritma hingga tingkat lanjut, harus ada koherensi struktur, sintaks dalam hal platform yang dipilih. Disini boleh dipilih apapun, boleh Microsoft, Java, PHP, asal koheren.

Kalau saya ditanya apa rekomendasi platform nya, maka jawaban saya: harus disesuaikan dengan audience nya. Kita sebagai pengajar sering punya idealisme, misal: object oriented yang terbaik adalah Java. Nah coba sekarang kita lihat audience nya, apakah mudah memahami ketika kuliah algoritma? apakah tidak ada problem saat coding yang mendasar? kira-kira puyeng tidak saat diajarkan Java? Setiap kurikulum ada tujuan yang hendak dicapai. Jika kita terlalu keukeuh mengikuti idealisme, maka akan mengorbankan mahasiswa itu sendiri, ilmu dan kompetensi yang diserap mahasiswa hanya setengah-setengah, tujuan kurikulum untuk menghasilkan mahasiswa yang siap-kerja menjadi tidak tercapai. Masalah siap-kerja (D3) atau siap-sekolah-lanjut (S1) tidak kita bahas disini ya, itu harus dibahas tersendiri karena panjang :)

Nah bahasan terakhir dalam postingan ini adalah: bagaimana dengan mata kuliah Kalkulus, Matematika Diskrit, Teori Bahasa dan Otomata, Teknik Kompiler? Dalam Matriks Role & Competency yang saya kembangkan, mata kuliah tersebut saya masukkan dalam kategori “Research”. Kategori ini bukan berarti hanya cocok bagi mereka yang ingin kerja sebagai dosen lho ya. Saya termasuk yang meyakini bahwa munculnya teknologi baru, prosesor baru, teknik komputasi baru, optimasi database, algoritma enkripsi, search engine, dikontribusikan oleh mereka yang mengambil mata kuliah dalam kategori Research. Coba lihat website Google Research, ada banyak area research disana, dan disanalah tempat bagi para penikmat pure science (selain perguruan tinggi ya). Apakah mata kuliah ini tidak relevan dan harus dihilangkan? Menurut saya, jauh lebih penting sejak awal kita bisa membangun pemahaman mahasiswa mengenai track karir masa depan dengan menggunakan Matriks Role & Competency, sehingga mahasiswa dapat memilih mata kuliah yang tepat seoptimal mungkin.

Membahas matriks Role & Competency ini bisa artikel tersendiri :p Disana akan tampak ada area kompetensi yang platform-independent, dan ada juga yang platform-specific, sehingga pengelola prodi dapat fokus pada penciptaan kompetensi mahasiswa tanpa perlu terlalu “terjebak” pada pemilihan platform. Ada banyak bahasan lain diantaranya mengenai muatan nilai tambah kurikulum, industry-driven platform, “blending” lintas disiplin ilmu, kompetensi manajerial. So mungkin someday dapat saya share dalam postingan di kesempatan lainnya.

Semoga bermanfaat.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: