OpenOffice versi terbaru ini memberikan user experience yang meningkat jauh dibanding versi sebelumnya. Di versi sebelumnya, banyak sekali ketidaknyamanan dalam menggunakan Writer yang intinya saya tidak bisa melakukan formatting seperti yang saya inginkan. Sekarang, Writer memberikan hasil yang fantastis. User pada umumnya akan dapat menikmati produktivitas yang tidak berbeda dengan Microsoft Word. Bahkan, pada beberapa fiturnya mengungguli Word, contoh: tabel dalam Writer berperilaku seperti Spreadsheet dimana kita dapat melakukan kalkulasi formula (menjumlah antar cell). Contoh lain: OpenOffice memiliki fasilitas bawaan “Export as PDF” (tidak perlu membeli Adobe Acrobat terpisah). Saya sangat optimis Writer dapat menggantikan Word, dan saya pribadi akan menggunakan Writer
Bagi user advanced seperti saya, saya tidak lagi frustrasi seperti dulu. Formatting yang kompleks tetap dapat saya hasilkan, namun dengan sedikit perubahan cara kerja. Teknik advanced pada Writer memiliki cara tersendiri, tidak meniru pendekatan Word. Teknik-teknik advanced ini akan saya ceritakan belakangan.
Kenapa memilih OpenOffice? mengapa tidak StarOffice? Intinya, sama saja. Karena core engine keduanya adalah OpenOffice. Ini ada kutipan dari Google Blog [http://googlesystem.blogspot.com/2007/08/google-pack-adds-staroffice.html]:
It will be interesting to see why Google didn’t choose to include OpenOffice.org, the primary difference between StarOffice and OpenOffice.org being that StarOffice includes some proprietary components like clip-art graphics, fonts, templates and tools for Microsoft Office migration.
Pertama kali mencoba Writer ini, saya langsung menguji dengan me-reproduce dokumen standar pekerjaan kantor. Layout dokumen standar kantor ini tidak terlalu kompleks. Jika menggunakan terminologi pada Word, karakteristik umum dari dokumen kantor harus memiliki “Section” (agar pada bab yang sama memiliki karakteristik header/footer yang sama) dan “Different First Page” (halaman pertama pada section harus memiliki layout tersendiri). Style page numbering juga harus berbeda antara halaman Daftar Isi (menggunakan huruf) dan halaman lainnya (menggunakan angka). Secara mengesankan, semua ini dapat dilakukan pada Writer
Writer sangat tertib dalam penggunaan Style, bahkan halaman pun memiliki Page Style. Untuk menciptakan multiple section dalam Writer, setiap halaman harus dibuat dalam Page Style tersendiri. Jika di Word kita bisa bebas mendefinisikan section baru cukup dengan “Insert – Break – New Section”, section dalam Writer harus didefinisikan melalui Page Styles. Contoh konkritnya begini, untuk membuat sebuah dokumen dengan 4 bab (misal: Pendahuluan, Solusi, Pembiayaan, Penutup), maka kita harus membuat Page Style berikut:
- Cover
- TOC
- Chapter 1 First
- Chapter 1
- Chapter 2 First
- Chapter 2
- Chapter 3 First
- Chapter 3
- Chapter 4 First
- Chapter 4
Saya memberi akhiran “First” sebagai trik untuk mewujudkan “Different First Page”. Dengan cara ini, bab satu akan memiliki halaman pertama dengan layout tersendiri, berbeda dengan halaman lainnya. Membuat halaman “Odd/Even” atau “Mirror Margin” pun tidak masalah, tiap Page Style bisa diset apakah “Left Only”, “Right Only” atau “Mirror Margins”. Sayangnya proses pembuatan layout halaman ini masih harus manual, setiap section harus dibuat Page Style tersendiri (dan ditata lagi satu per satu elemen halamannya seperti header dan footer). Seandainya bisa ada fasilitas “Duplicate Page Style” tentu akan sangat membantu.
Saya belum mengeksplorasi sepenuhnya kapabilitas Writer, seperti: MailMerge, Revisions. Rasanya sudah sangat puas sekali mengetahui bahwa saya bisa membuat layout dokumen sepuasnya. Contoh template dokumen Writer saya sertakan dalam repository, ditujukan sebagai quick start untuk segera beralih ke OpenOffice Writer
Jangan ragu untuk kontak jika ada kesulitan dalam menggunakan OpenOffice Writer

pak yoyok sudah migrasi OS juga ke linux Pak?
Oleh: awal on Agustus 23, 2007
at 2:39 am
@Awal:
Tidak, ini karena saya menggunakan OS original
saya sudah merencanakan akan ada postingan tentang rekomendasi distro Linux yang sesuai untuk kita. tentu postingan ini akan ditulis oleh yang lebih ahli dari saya
Oleh: adityohidayat on Agustus 23, 2007
at 2:49 am
tanya nih…
apa bedanya OO Word Processor dengan OO Writer?
Oleh: Azhari on September 10, 2007
at 2:00 am
@Azhari:
word processor nya Open Office bernama Writer pak
Oleh: adityohidayat on September 10, 2007
at 2:28 am
paket bawaan OO di Ubuntu 7.04 yang saya pakai namanya OO Word Processor je…
Oleh: Azhari on September 11, 2007
at 3:03 am
@Azhari …
salam kenal pak ^^ humm, sama aja kok pak, coba aja ditilik perintahnya di menu editor “ooffice -writer %U” … cuma masalah labelling
@pak yoyok
vote +1 untuk ubuntu family pak :p
Oleh: alvonsius on September 12, 2007
at 6:40 am
tanya nih..gimana sih cara mailmerge dai spreedsheet ke word p? btw thanx be 4 and give after
Oleh: trilingga on Juli 8, 2008
at 9:08 am
halo, wah benar sekali. karena diingatkan, saya harus mencoba feature ini. barusan browsing2, saya menemukan panduan yang cukup concise disini:
http://searchenterpriselinux.techtarget.com/tip/0,289483,sid39_gci1167989,00.html
terima kasih yaa…
Oleh: adityohidayat on Juli 8, 2008
at 9:34 am
tolong donk kasih tau secara detail tentang menggunakan mirror dalam mnegeprint dokumen.tolong krim erspon di email sy ya.mksh to temen2 smua ya. sukses dengan openoffice nya
Oleh: aby on November 13, 2008
at 9:01 am
halo pak,saya mau tanya gimana cara menggunakan openofficewrite dan bagaimana cara menyimpannya soalnya setiap saya mau save selalu gak bisa….?trims………………
Oleh: checy on Maret 27, 2009
at 4:09 pm
halo pak,saya mau tanya gimana cara menggunakan openofficewriteportable dan bagaimana cara menyimpannya soalnya setiap saya mau save selalu gak bisa….?trims………………
Oleh: checy on Maret 27, 2009
at 4:09 pm
salam kenal Pak. saya mau nanya nich, gimana c caranya menampilkan tanggal dan jam otomatis pada saat di cetak menggunakan open office writer. jadi tanggal dan jamnya itu otomatis tampil sendiri pada saat mencetak. terima kasih banyak.
Oleh: hendra on September 29, 2009
at 3:40 am