Oleh: adityohidayat | Januari 1, 2012

Kurikulum TIK Perguruan Tinggi

Saat hari kerja terakhir di 2011 kemarin, saya diundang oleh perguruan tinggi swasta terbesar di Jateng-DIY untuk mendiskusikan content kurikulum program studi Informatika. Saya perhatikan ada kesamaan pertanyaan besar yang ingin dijawab oleh para pengelola prodi dari generasi ke generasi. Apa yang harus dilakukan agar output lulusan siap kerja? Apa platform teknologi yang harus dipilih untuk menyertai materi ajar? Apakah mata kuliah Kalkulus, Matematika Diskrit, dsb masih relevan? Cakupan bahasannya cukup luas, tapi saya akan share beberapa pemikiran disini semoga bermanfaat sebagai tambahan perspektif dari rekan pengelola prodi.

Sebuah pemikiran tentu diawali dari latar belakang, fact and findings, global trends, dsb. Dalam perspektif saya sebagai seorang profesional TI, kriteria kurikulum menurut saya haruslah mampu membangun penguasaan konseptual yang kuat, penguasaan satu platform tools sehingga mampu problem solving segala hal secara komprehensif, dan adaptif jika diperlukan untuk platform lain.

Mata kuliah yang bersifat konseptual ini tetap memegang peranan penting sebagai basis untuk membangun pemahaman berpikir yang formal, inilah basis agar mahasiswa dapat menguasai pendekatan problem solving secara sistematis serta mampu beradaptasi terhadap platform teknologi yang berbeda. Saya menekankan pentingnya penguasaan algoritma, dan teknik delivery agar mata kuliah konseptual dapat membumi dan applicable bagi mahasiswa. Contoh “membumi” begini: dalam mata kuliah Metode Numerik kita diajarkan cara solving dengan pendekatan matriks. Nah, mahasiswa perlu ditunjukkan problem seperti apa yang dapat diselesaikan dengan pendekatan matriks, dan tentu saja perlu diberikan ilustrasi seperti apa algoritma problem solving matriks. Bagaimana dengan mata kuliah konseptual seperti Kalkulus dan sebagainya? Sabar ya, ini saya uraikan juga belakangan.

Kemudian, mengenai platform teknologi apa yang harus dipilih? Apakah C, Java, Pascal, Basic? Banyak dari kita mengalami keraguan disini, terutama terkait dengan sang raksasa teknologi dunia, Microsoft. Saking berpengaruhnya Microsoft, kita jadi ragu-ragu, apakah kita harus go or no-go dengan mainstream platform. Kalau menurut saya, kata kuncinya adalah koherensi. Sebuah kurikulum harus mampu menciptakan seorang mahasiswa yang penuh percaya diri, mampu memberikan solusi dengan mantap ketika ditanyakan problem apapun. Ketika ditanya “saya ada problem begini begitu… bisa bikin solusinya?” maka sang mahasiswa harus bisa menjawab dengan mantap “tentu, problem itu bisa disolving dengan begini begitu… saya bisa buat solusinya hanya dalam 1 bulan…” So disini bukan masalah platform Microsoft atau tidak, tapi bagaimana kurikulum bisa membekali mahasiswa dengan kemampuan problem solving yang lengkap dari A sampai Z. Mengenai koherensi akan saya jelaskan di paragraf berikut.

Koherensi menjadi penting dalam membangun pemahaman mahasiswa, mulai dari yang basic hingga advanced. Kita sering jumpai, mata kuliah algoritma diberikan dengan menggunakan platform Pascal, mata kuliah OOP dengan platform Java, mata kuliah Pemrograman Visual dengan platform Visual Basic .NET. Apa yang terjadi kemudian? Sang mahasiswa akan kebingungan, dulu diajarkan algoritma dengan Pascal, pas mau develop aplikasi harus pakai VB tapi kok cara codingnya beda, dan makin bingung pas belajar OOP dengan Java. Ada juga yang menggunakan approach bahasa pseudocode, walaupun tujuannya baik agar bersifat generic, tapi menurut saya ini makin membingungkan mahasiswa. karena Nah disinilah harus dikondisikan koherensi antar mata kuliah, sejak dari mata kuliah algoritma hingga tingkat lanjut, harus ada koherensi struktur, sintaks dalam hal platform yang dipilih. Disini boleh dipilih apapun, boleh Microsoft, Java, PHP, asal koheren.

Kalau saya ditanya apa rekomendasi platform nya, maka jawaban saya: harus disesuaikan dengan audience nya. Kita sebagai pengajar sering punya idealisme, misal: object oriented yang terbaik adalah Java. Nah coba sekarang kita lihat audience nya, apakah mudah memahami ketika kuliah algoritma? apakah tidak ada problem saat coding yang mendasar? kira-kira puyeng tidak saat diajarkan Java? Setiap kurikulum ada tujuan yang hendak dicapai. Jika kita terlalu keukeuh mengikuti idealisme, maka akan mengorbankan mahasiswa itu sendiri, ilmu dan kompetensi yang diserap mahasiswa hanya setengah-setengah, tujuan kurikulum untuk menghasilkan mahasiswa yang siap-kerja menjadi tidak tercapai. Masalah siap-kerja (D3) atau siap-sekolah-lanjut (S1) tidak kita bahas disini ya, itu harus dibahas tersendiri karena panjang :)

Nah bahasan terakhir dalam postingan ini adalah: bagaimana dengan mata kuliah Kalkulus, Matematika Diskrit, Teori Bahasa dan Otomata, Teknik Kompiler? Dalam Matriks Role & Competency yang saya kembangkan, mata kuliah tersebut saya masukkan dalam kategori “Research”. Kategori ini bukan berarti hanya cocok bagi mereka yang ingin kerja sebagai dosen lho ya. Saya termasuk yang meyakini bahwa munculnya teknologi baru, prosesor baru, teknik komputasi baru, optimasi database, algoritma enkripsi, search engine, dikontribusikan oleh mereka yang mengambil mata kuliah dalam kategori Research. Coba lihat website Google Research, ada banyak area research disana, dan disanalah tempat bagi para penikmat pure science (selain perguruan tinggi ya). Apakah mata kuliah ini tidak relevan dan harus dihilangkan? Menurut saya, jauh lebih penting sejak awal kita bisa membangun pemahaman mahasiswa mengenai track karir masa depan dengan menggunakan Matriks Role & Competency, sehingga mahasiswa dapat memilih mata kuliah yang tepat seoptimal mungkin.

Membahas matriks Role & Competency ini bisa artikel tersendiri :p Disana akan tampak ada area kompetensi yang platform-independent, dan ada juga yang platform-specific, sehingga pengelola prodi dapat fokus pada penciptaan kompetensi mahasiswa tanpa perlu terlalu “terjebak” pada pemilihan platform. Ada banyak bahasan lain diantaranya mengenai muatan nilai tambah kurikulum, industry-driven platform, “blending” lintas disiplin ilmu, kompetensi manajerial. So mungkin someday dapat saya share dalam postingan di kesempatan lainnya.

Semoga bermanfaat.

Oleh: adityohidayat | Januari 1, 2012

Parenting Happiness

So sekarang sudah tahun baru 2012, saat yang baik untuk mengawali dengan posting yang baik juga :) Momentum malam tahun baru kemarin adalah salah satu momentum untuk “menebus perasaan bersalah”, karena anak menjalani liburan sekolah dengan lebih banyak di rumah sementara orangtuanya tidak libur. Menjalani liburan bersama secara all-out, adalah kebahagiaan dari proses parenting. Hati ini sungguh bahagia menyaksikan gembiranya mereka, dan menyaksikan mereka belajar keahlian baru. Ini dia foto kebahagiaan Sang Avatar saat kemarin berenang di LPP Garden.

Sang Avatar ini memang senang dengan berenang. Dia berani meloncat dari pinggir kolam, sampai full kepala kelelep. Kali ini dia pun menolak dipegangi, dia menikmati sendiri main-main di kolam. Dia tidak lagi takut kalau ditinggal sendirian di tengah kolam. Satu moment yang membahagiakan, ternyata dia secara alami “berjalan” di air, kakinya bergerak-gerak seperti kalau berjalan biasa, dan itu pun bisa membuatnya melaju di kolam. Bahagianya… Dalam parenting kita memang harus sabar dan konsisten, terus mengulang-ulang, dan pada akhirnya seiring usia sang anak pasti akan terbiasa :)

Oh sebagai penutup, sesudah full day penuh action, tentu saja perasaan bahagia ini begitu terasa ketika menyaksikan kedua teroris ini terlelap kelelahan :)

Oleh: adityohidayat | Maret 23, 2011

Trauma dengan Pelayanan Medis di RS JIH Yogyakarta

Sebulan terakhir ini, sang Avatar (anak ke-2, Gheysar Aulia Al-Fatta) sudah bolak balik masuk rumah sakit. Paling sering masuk di RS JIH, dan belakangan pindah ke RS. Sardjito. Rangkaian perjalanan panjang ini tentu penuh dengan kisah yang semoga tidak terjadi pada rekan lainnya.

Awal bulan Februari, mondok di sekitar 3 hari di RS. JIH Jogja dengan diagnosa infeksi saluran kemih dan radang tenggorokan. Akhir bulan Februari, mondok lagi 6 hari di RS. JIH, kali ini karena memang sulit teridentifikasi diagnosanya karena gejalanya tidak spesifik. Gejalanya trombosit dan leukosit turun dibawah normal, demam tinggi mencapai 39. Untuk ini diagnosanya adalah Dengue High Fever. Gejala lainnya adalah seperti alergi (tapi belum separah kondisi Steven Johnson), diduga karena alergi Sanmol (paracetamol), so untuk ini diagnosanya adalah Drug Eruption. Penanganan sudah dilakukan untuk keduanya, sebagian besar adalah untuk anti-alergi yang dimasukkan melalui infus. Sungguh tak tega hati ini karena sang Avatar kesakitan setiap kali injeksi, bahkan sudah trauma selalu teriak-teriak setiap kali melihat perawat berseragam.

Saya bersyukur pada hari ke-6 sang Avatar sudah boleh pulang. Persis sebelum check-out, pada saat dokter memeriksa, ternyata bekas infus yang sudah dilepas sebelumnya itu terjadi infeksi, nampak seperti ada mata nanah didalamnya. Dokter juga meresepkan salep utk dioleskan disekeliling area infeksi.Inilah foto sang Nanah.

Sang Nanah Belum Meletus

Ternyata, selang sehari dan sesudahnya, sang Avatar kembali demam. Kali ini karakteristik demamnya tidak sama dg sebelumnya, demam tidak mencapai 39. Demam terus terjadi hingga sang nanah meletus. Karena kuatir terjadi infeksi, kami bawa ke dokter dan segera dibantu dikeluarkan nanahnya. Inilah rangkaian foto sang nanah sesudah meletus dan sesudah dikeluarkan oleh dokter.

Sang Nanah Meletus

Sang Nanah Sudah Kering

Anehnya, nanah sudah dikeluarkan, sudah diresepkan antibiotik juga, tapi kok demam tidak turun. Dokter menyarankan cek darah rutin, dan hasilnya mengejutkan. Hasilnya berbalik dibanding waktu Dengue High Fever kemarin, trombosit dan leukosit malah sangat tinggi diatas normal. Karena tidak ada indikasi infeksi yang spesifik, plus ada resiko infeksi dan alergi obat, maka diminta mondok lagi. Saya sudah memohon-mohon untuk tidak mondok lagi, tapi apa boleh buat, lemess kalau ingat sang Avatar masih trauma. Kami tidak mau lagi memilih RS JIH, ganti ke RS. Sarjito, sekalian agar dekat dengan dokternya, juga dengan harapan penanganan terhadap infus lebih baik.

Sang Avatar mondok di Sarjito 6 hari. Di Sarjito ini banyak dokter yang turut memeriksa, sekalin dokternya Avatar (ahli ginjal anak), ada ahli alergi anak, ahli infeksi anak. Beberapa hari pertama belum ketahuan apa bakteri penyebab infeksinya. Bahkan dokter juga melakukan kultur darah untuk mengidentifikasi bakterinya. Pada suatu pagi, tiba-tiba saya memperhatikan sesuatu yang tidak wajar. Pada saat sang Avatar ganti baju, terlihat ada bengkak besar di keteknya. Ini fotonya.

Bengkak di Kelenjar Gejah Bening

Sesudah ditunjukkan ke dokter, dilakukan pemeriksaan, akhirnya positif diagnosanya adalah infeksi kelenjar getah bening. Jadi kenapa terjadi bengkak, karena didalamnya itu berisi nanah (yaiks!) Dalam kondisi yang parah, nanah itu akan muncul ke permukaan, ilustrasinya mirip seperti buah mengkudu. Dokter ahli bedah anak juga turut datang memeriksa sang Avatar. Penanganan terhadap infeksi kelenjar getah bening dilakukan dengan memberikan antibiotik yang cocok (sesuai dengan sensitivitas bakteri yang sudah teridentifikasi), demamnya sudah turun, dan hasil cek darah rutin juga sudah berangsur normal. Pemberian antibiotik dilanjutkan secara oral (rawat jalan), dengan harapan bengkak bisa mengecil. Jika tidak mengecil, maka harus dilakukan insisi (bedah ringan) untuk mengeluarkan nanahnya (douhh!). Alhamdulilah antibiotiknya cocok, dan bengkak berangsur mengecil, tidak perlu dibedah.

So apa moral dari kisah ini? Saya pribadi sudah sangat bersyukur sang Avatar bisa pulih seperti sediakala. Berdasarkan diskusi saya dengan beberapa kerabat dokter, kelenjar getah bening adalah mekanisme pertahanan pertama jika terjadi infeksi. Persis sekali, kelenjar getah bening yang bengkak adalah berada pada sisi yang sama dengan terjadinya infeksi nanah pada bekas infus. Dokternya sang Avatar juga menyampaikan bahwa perawat tidak lapor ke dokter sesudah melepas infus (ini adalah prosedur standar, supaya dokter bisa periksa pada saat infus dilepas). Berdasarkan fakta-fakta ini, wajar jika opini yang terbangun dalam pikiran saya adalah: RS JIH yang menyebabkan terjadinya infeksi susulan, sehingga sang Avatar harus mondok lagi, dan keluar biaya lagi. Saya sendiri sudah bersyukur dan sangat appreciate pada saat check-out dari RS. JIH sudah diberikan discount atas biaya kamar. Tentu saja discount merupakan sebuah bentuk penghargaan yang baik karena pelanggan sudah menggunakan layanan rawat inap di RS. JIH  (konteks lampau). Sementara konsekuensi atas terjadinya infeksi susulan sebagai akibat pelayanan medis RS. JIH merupakan konteks masa depan yang ditanggung oleh pasien (saya sendiri). Apakah ini berarti RS. JIH telah melakukan malpraktek (karena ada salah prosedur yang mengakibatkan terjadinya cedera langsung pada pasien)? Kisah ini dapat dikroscek dengan definisi-definisi malpraktek yang ada.

Sebenarnya ada kisah-kisah lain berkaitan dengan pelayanan medis RS. JIH, ini saya dapatkan dan kompilasi dari pengalaman kolega dan mitra bisnis saya. Tentu saja cukuplah yang saya ungkap adalah kisah dari saya sendiri. Sebelum tulisan ini dipublikasi, sudah dikirimkan kepada pihak RS. JIH pada tanggal 15 Maret 2010 melalui e-mail info@rs-jih.com, namun tidak ada tanggapan formal hingga tulisan ini dipublikasikan pada 23 Maret 2011. Saya sudah memberi waktu seminggu lebih agar pihak RS JIH dapat melakukan cek email, verifikasi dsb. Harapan saya sebenarnya tanggapan formal itu dapat saya sertakan juga disini agar tulisan ini berimbang dari perspektif kedua belah pihak. Berdasarkan kisah-kisah ini, saya juga memutuskan untuk berpindah ke rumah sakit lain.

Oleh: adityohidayat | Oktober 11, 2009

Informasi Harga Emas Antam

Harga emas di Indonesia biasanya mengacu pada harga emas yang dikeluarkan oleh Logam Mulia (anak perusahaan Antam). Informasi ini memang tersedia di website dan koran setiap hari. Namun sayangnya, walaupun Antam punya datanya, tapi data historisnya tidak dipublish. Bandingkan dengan kitco yang punya data emas sejak tahun 1833. Saya perlu sekali data historis. Saya ingin tahu kapan saja harga emas bergerak naik atau turun. Walaupun saya penganut investasi emas sebagai pengganti tabungan (tidak peduli timing the market), ya sesekali saya ingin tahu kapan harga emas pernah mencapai rekor terendah (saatnya beli!) dan kapan pernah mencapai rekor tertinggi (saatnya cari untung).

Pergerakan harga emas dunia dapat dipantau setiap hari, namun (lagi-lagi) harga emas Indonesia belum tentu akan bergerak seirama. Ini dikarenakan harga emas dipatok dalam US Dolar, sehingga faktor kurs mempengaruhi harga emas di Indonesia. Saya sebagai investor awam tidak mengerti bagaimana mengaitkan kurs dengan harga emas dunia. Coba saja lihat harga emas di situs UBS Gold, disana sudah langsung tertera harga emas dunia yang dikonversi ke satuan gram dan rupiah. Apakah angkanya cocok dengan di koran? Tentu tidak :p

Daripada saya menunggu entah kapan Antam berbaik hati menyediakan data historis, saatnya saya atasi sendiri kebingungan ini. Bersumber dari data dari website Logam Mulia, semua informasi harga disana sudah saya kompilasi setiap hari (tentu saja, proses kompilasi ini fully automated). Hasilnya, data harga emas Antam lengkap secara timeseries dapat diakses di PortalReksadana.

Yang lebih keren lagi, informasi harga emas di PortalReksadana lebih up-to-date dibandingkan dengan yang tersaji di koran Bisnis Indonesia. Koran menampilkan harga emas kemarin, karena pada saat koran naik cetak, website Logam Mulia masih menampilkan harga emas kemarin. Website Logam Mulia sendiri memperbaharui harga emasnya sekitar jam 10 pagi. PortalReksadana melakukan kompilasi harga emas pada jam 10.30. So, silakan main ke PortalReksadana pas jam makan siang, langsung sudah bisa diketahui berapa harga emas hari ini. Ibaratnya, kita bisa tahu harga emas yang akan dimuat di koran esok hari :)

Sementara ini dulu, semoga bermanfaat, semoga ini semakin membuat kita semangat berinvestasi di emas :)

Sesudah lama mengusahakan berbagai upaya untuk menutupi biaya colocation, akhirnya saya menempuh langkah terakhir yaitu bekerjasama dengan pengelola hosting. Kerjasama ini adalah opsi yang paling memungkinkan untuk segera dieksekusi, sehingga PortalReksadana bisa terus hidup untuk memberikan edukasi investasi kepada masyarakat Indonesia.

PortalReksadana bekerjasama dengan Reseller Hosting Indonesia (RHI). Ini adalah penyedia jasa hosting baru, dikelola oleh mbak Hesti, kawan baik saya di Jakarta. Berkat Facebook, bisa ketemu dengan kawan lama, dan saya surprise juga ternyata kawan saya ini sudah lama makan asam garam di dunia ISP dan hosting.

So, deal-nya adalah: server PortalReksadana saya pasrahkan kepada RHI untuk dikelola, dan sebagai balasannya PortalReksadana bisa pakai resource server dan bandwidth tanpa batas, tanpa quota, tanpa bayar2 colo lagi :) Proses migrasinya sudah selesai, dan kecepatan aksesnya lumayan kencang kan. Let me know kalau ada yang merasakan lambat ya, jangan lupa menyebutkan ISP-nya. Kalau saya akses dari Speedy rasanya cepat sekali, karena server RHI ini ditempatkan di Gedung Telkom Jakarta.

Walaupun sejak sekarang sudah operasional, RHI sendiri baru officially launch 15 Mei besok. RHI ini memposisikan khusus untuk hosting performa tinggi, jumlah pelanggannya akan dibatasi (tidak untuk retail/massal). Teman2 yang membutuhkan powerful hosting, monggo kontak langsung mbak Hesti melalui website nya di http://www.idresellerhosting.com.

Whuzzz!

Pertama kali yang Anda tanyakan, mungkin “kenapa kok pilih Drupal”?

Dasar pemilihan saya,  yang paling dominan adalah empiris, yaitu berdasarkan berdasarkan pengalaman pribadi. Ketika pertama kali eksperimen menggunakan Joomla dan Drupal, saya benar2 belum familiar dengan CMS (Content Management System) manapun. Hasilnya, alur logika Drupal lebih mudah saya pahami ketimbang Joomla. Somehow saya merasa overwhelmed dan “tersesat” dengan Joomla. So, it’s simple, saya pilih Drupal karena bisa saya gunakan, bahkan saya bisa eksploitasi penuh kemampuannya.

Proses belajar saya dengan Drupal ternyata lancar, dan semakin mendalam. Saya tidak lagi takut berkreasi dengan module, bahkan berani mengembangkan sistem informasi dengan Drupal. Theme Drupal yang dikenal “garing” juga tidak lagi membatasi saya. Lumayan lah, saya sudah bisa melakukan porting banyak themes ke Drupal. Simpelnya, beri saya CSS template, nanti saya porting supaya bisa dipakai di Drupal. Contoh pengalaman saya di Drupal tidak perlu disebutkan ya… :D

Kemudahan Drupal ini sayangnya tidak banyak terpublikasi. Proses belajar saya banyak trial-and-error. Selain itu, saya juga harus banyak mencari referensi yang kadang sulit ditemukan. Somehow saya juga tidak terlalu cocok dengan model forum komunitas Drupal seperti di Drupal-id.com, saya merasa “tersesat” juga disana, harus mulai dari mana begitu…

Saya personally tergerak ingin membantu rekan-rekan agar dalam proses belajar Drupal tidak perlu banyak kepentok seperti saya. Saya ingin berbagi atas banyak pencerahan yang saya jumpai, dengan harapan learning curve dalam mempelajari Drupal bisa lebih singkat. Bahasa kerennya: sharing experiences

So, I hereby proudly presents… DQS: Drupal Quick Start

DQS memberikan alternatif media belajar bagi rekan-rekan yang cocok dengan format blog interaktif. Rekan yang cocok dengan format forum, tentu tetap disarankan ke drupal-id.com.

Sementara ini baru ada kurikulum untuk pengembangan web application (berlaku juga untuk sistem informasi berbasis web). Kurikulum ini diharapkan menjadi semacam panduan step-by-step untuk belajar Drupal. Kurikulum ini masih terus disempurnakan, so feel free untuk menyumbang ide/saran. Jika artikelnya juga masih sulit dimengerti, just let me know, nanti saya coba improve.

Film ini diputar lebih cepat dari yang saya duga. Hari pertama muncul di bioskop, tentu tidak ingin melewatkan kesempatan ini. Sayangnya, penggemar Dragon Ball sejati tidak akan terpuaskan dari versi layar lebar ini.

Durasi film yang hanya 1 jam tidak bisa “menghidupkan” kisah heroik maupun filosofi/spirit Dragon Ball. Plot cerita berjalan terlalu cepat, sehingga penyajian karakter pemain utamanya kurang mendalam. Okelah, cukup lumayan untuk karakter Bulma dan Master Roshi (Jin Kura-Kura Kamesenin), tapi karakter Goku lumayan jauh dari aslinya. Goku sudah digambarkan sebagai cheerful dan usil, tapi sayangnya karakter pendekar yang selalu bertarung pantang menyerah tidak nampak di film ini. Bagaimana piccolo dikalahkan juga terlalu instan, baru beberapa kali saling menembak jurus bola energi, menjadi monyet besar sebentar, langsung jurus kamehameha Goku mengalahkan Piccolo.

Film ini mungkin lebih cocok bagi mereka yang belum pernah membaca komik Dragon Ball maupun versi anime-nya. Walaupun banyak adegan “pertarungan” slow motion, rasanya adegannya kurang “berdarah2″ begitu, juga adegannya kurang bisa membangkitkan emosi penonton.

btw; jangan tinggalkan tempat duduk walaupun sudah ada tulisan running text, nanti akan ketahuan kalau film ini direncanakan ada sequel-nya.

Oleh: adityohidayat | Maret 12, 2009

Akhirnya, Data Kinerja Unit Link!

Sesudah pencarian tanpa henti selama 3 tahun (yap, saya mencari data ini sejak tahun 2006, kisah pertamanya bs klik di sini), ternyata data ini tersedia di Bank Kustodian. Data ini adalah yang paling sulit didapatkan (versi digital, tapi bukan dari website media/koran ya), karena tidak tersedia di Bapepam. Terima kasih kepada Bank Kustodian CIMB Niaga yang berkenan mengirimkan data kinerja ini secara harian ke PortalReksadana. Berkat ini, PortalReksadana dapat menyajikan grafik kinerja unit link secara time-series. Pastinya ini menjawab keingintahuan banyak investor/nasabah unit link seperti saya.

So far, data yang tersedia adalah sejak tanggal 25 Februari 2009. Seiring dengan berlalunya waktu, pasti akan terkumpul data yang banyak, dan nanti akan menghasilkan grafik yang cantik. Produk unit link yang diadministrasi oleh Bank Kustodian CIMB Niaga adalah:

  1. TAKAFULINK ALIA
  2. TAKAFULINK ISTIQOMAH
  3. Takafulink Mizan – Syariah Investa Link
  4. ARTHALINK  AGGRESSIVE
  5. ARTHALINK  DYNAMIC
  6. ARTHALINK  FIXED INCOME
  7. EKALINK – SUPER AGGRESSIVE
  8. EKALINK – SUPER DYNAMIC
  9. EXCELLINK – AGGRESSIVE FUND
  10. EXCELLINK – DYNAMIC
  11. EXCELLINK – DYNAMIC DOLLAR FUND
  12. EXCELLINK – FIXED INCOME FUND
  13. EXCELLINK – SECURE DOLLAR INCOME FUND
  14. EXCELLINK AGGRESSIVE SYARIAH
  15. EXCELLINK DYNAMIC SYARIAH
  16. EXCELLINK FIXED INCOME SYARIAH
  17. CARLINK PRO-FIXED
  18. CARLINK PRO-MIXED
  19. CARLINK PRO-SAFE
  20. CENTURY PRO-FIXED
  21. CENTURY PRO-MIXED
  22. MEGA LINK AGRESSIVE FUND
  23. MEGA LINK BALANCE FUND
  24. MEGA LINK PROTECTED FUND
  25. JS LINK BALANCED FUND
  26. JS LINK EQUITY FUND
  27. JS LINK FIXED INCOME FUND
  28. RELIFE INVESTLINK FIXED FUND
  29. RELIFE PRIMELINK BALANCED FUND
  30. RELIFE PRIMELINK EQUITY FUND
  31. RELIFE PRIMELINK FIXED FUND
  32. MEGA DYNAMIC BALANCE FUND 2
  33. WEALTH MAXIMA FIXED
  34. WEALTH MAXIMA MIXED

Produk yang Anda beli tidak ada disini? Jangan ragu posting request produk disini. Semakin banyak request, bisa jadi akan meyakinkan Bank Kustodian lainnya untuk bekerjasama mempublikasikan data kinerja produk reksadana dan unit link di PortalReksadana.

Lebih detail bagaimana mengakses grafik kinerja unit link, ada di:
http://www.portalreksadana.com/node/366

Oleh: adityohidayat | Februari 14, 2009

Petualangan Lala di Kolam Renang Salsabila

Super duper Puass! Berenang di Salsabila luar biasa puas!

Biasanya kami berenang di Banyumili, tapi karena hari sudah terik akhirnya kami bantir setir ke Salsabila. Letaknya di TK Budi Mulia 2 Seturan, Yogyakarta. Parkirnya luas dan gratis. Tarif masuknya untuk umum Rp. 10.000, kebetulan masih masa diskon jadi hanya Rp. 8.500, dan bisa sepuasnya, no time limit.

Salsabila ini kolam renang indoor. Walaupun hari panas terik, tapi di dalam kolam ini terasa nyaman dengan semilir angin yang sejuk. Untuk balita ada kolam tersendiri. Fasilitas pendukungnya ya lumayan, kursi berjejer2 di tepian kolam, kamar ganti cukup banyak, plus kantin.

Karena Salsabila menjadi satu dengan kompleks TK Budi Mulia, pastinya memang kolam ini didominasi oleh anak kecil. Meriah, dan Lala jadi punya banyak teman. Oh btw; Salsabila menyediakan banyak papan pelampung (gratis, tinggal ambil). Sebaiknya jangan mengeluarkan balon bebek dan semacamnya, di sana yang sudah balita tidak ada yang pakai balon.

Ini dia fotonya, dan tambahan foto di deket Salsabila :)

Salsabila buka dari jam 06.00 sampai jam 20.00. Di Salsabila ada waktu khusus untuk wanita, jadi jangan salah pilih jam. Jika Anda pria, jangan datang pada hari dan jam berikut:

Senin: 14.30 – 20.00
Rabu: 14.30 – 20.00
Kamis: 16.00 – 20.00
Jumat: 11.00 – 16.00

Komparasi tarifnya per orang begini: Hotel Novotel Jogja tarifnya Rp. 30.000. Banyumili tarifnya Rp. 15.000. Banyumili memang jauh lebih artistik, tapi untuk berolahraga rutin pastinya Salsabila jadi andalan baru Lala :)

Oleh: adityohidayat | Februari 10, 2009

Informasi Sesat di Layanan Mandiri 14000

*sigh*

Sebenarnya saya sudah sangat menahan diri untuk tidak menceritakan ini di blog, apalagi saya punya banyak sohib di Bank Mandiri (bahkan Gamatechno pun punya rekening giro disini). Saya akhirnya terdorong menulis, supaya teman2 sekalian bisa terhindar dari over ekspektasi saat berurusan dengan Layanan Mandiri 14000. Bagi Anda yang sibuk, intinya adalah Anda tidak bisa mengandalkan 100% informasi tagihan dari 14000. Be prepared for unexpected surprise.

Ini terkait urusan saya dengan Kartu Mandiri Gold. Kartu kredit ini sudah non-aktif sejak Oktober karena saya bukan termasuk yang tertib membayar, tapi saya terbukti melunasi semua tagihan yang tersisa. Pelunasan semua tagihan ini sesuai konfirmasi dari operator 14000, dan sudah jelas2 saya minta informasi nominal yang final (jangan sampai ada tagihan menyusul). Semua tagihan lunas pada tanggal 11 Januari 2009.

Tanggal 12 Januari 2009, saya mengajukan surat permohonan reaktivasi kartu kredit, dikirim via fax. Lama tidak ada kabar, saya kembali call 14000, dan katanya surat tidak diterima dan diminta mengirim kembali. Alhasil, saya buat surat baru per tanggal 3 Februari 2009, saya kirim via fax.

Tiba2 saya dikejutkan dengan datangnya tagihan kartu kredit. Saya kembali dibebankan biaya bunga, padahal seharusnya sudah lunas semua.  Hari ini saya call 14000, ingin klarifikasi sekalian kroscek status permohonan reaktivasi.

Well, penjelasannya tidak membuat saya happy. Katanya, pembebanan itu adalah akibat pelunasan saya lakukan sesudah tanggal jatuh tempo, jadi masih dikenakan biaya bunga. Nominalnya sih tidak besar, tapi membuat perasaan ini campur aduk! Ditambah lagi, permohonan reaktivasi ditolak karena tanggal surat sudah melebihi 3 bulan sesudah kartu non-aktif (maksimal bisa mengajukan reaktivasi adalah Januari 2009). Lha, surat pertama saya kan per tanggal 12 Januari, kenapa bisa hilang pula. Siapa pula yang kena getahnya.

OK deh, nasib.

Nampaknya saya memang tidak terlalu berjodoh dengan Bank Mandiri. Tragedi di ATM Mandiri Tegal persis saat lebaran 2008 kemarin sungguh menjadi warna tersendiri. Saya hampir memecahkan pintu kaca ATM karena ucapan petugas Mandiri yang tidak simpatik kepada Bunda Lala. Saya tidak akan kisahkan detil disini, karena pihak Mandiri sudah menyelesaikan persoalan ini. Definisi “selesai” adalah saya ditelepon oleh Kantor Cabang Tegal (entah siapa yang berbicara), mengungkap permohonan maaf atas terjadinya insiden di Tegal dan mengatakan bahwa petugas terkait sudah diberikan pembinaan sesuai ketentuan. So that’s it.

So, masih ada yang mau memberikan kartu kredit Gold kepada saya yang tidak tertib membayar? Jika ada pelayanan yang lebih spesial dari Bank Mandiri, pasti saya publish disini.

Tulisan Sebelumnya »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.